Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wanita: Antara Daster, Blazer, dan Lingerie

radar tuban digital • Minggu, 4 Mei 2025 | 16:00 WIB
Opini Oleh: Satya Irawatiningrum, M.I.Kom (Dosen Ilmu Komunikasi Unirow)
Opini Oleh: Satya Irawatiningrum, M.I.Kom (Dosen Ilmu Komunikasi Unirow)

RADARTUBAN - Wanita adalah seorang makhluk yang dikenal lembut dan memiliki banyak kelebihan dibanding laki-laki.

Secara struktur otak, wanita memiliki corpus callosum (jembatan yang menghubungkan kedua belahan otak) lebih tebal dibandingkan laki- laki.

Mungkin karena itulah, wanita lebih pandai dalam mengerjakan pekerjaan secara bersama-sama (multitasking).

Seringkali kita melihat seorang ibu sedang memasak sambil menelepon temannya hanya sekedar untuk membicarakan arisan.

Adakalanya ketika makan, anak bayinya merengek meminta disusui. Hal seperti ini sudah biasa kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Dan laki-laki belum tentu bisa melakukan pekerjaan secara bersama-sama sebaik wanita.

Secara kodratnya, wanita memiliki peran penting dalam mengurus rumah tangga dan mengasuh anak, serta memberikan kasih sayang dan pendidikan awal pada anak.

Menyiapkan segala kebutuhan rumah untuk anak-anak dan suami, dari makan hingga pakaian terkadang harus dilakukan oleh seorang ibu.

Meskipun ada ibu-ibu yang sudah mengajari kemandirian pada anak-anaknya dari kecil. Namun, lagi-lagi, peran ibu lah yang memberikan pendidikan kemandirian itu.

Pekerjaan mengurus rumah tangga yang membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran harus dijalankan seorang wanita dari dia bangun tidur hingga mau tidur, bahkan dari dia berumah tangga hingga tutup usia.

Seorang ibu seringkali menjadi figur pertama yang membentuk karakter dan moral anak-anaknya, karena ibu lah yang pertama memberikan kasih sayang dan contoh bagi anak-anaknya.

Sehingga bonding (kelekatan) antara ibu dan anak sangat berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan psikis anak untuk membentuk karakternya.

Itulah sekian banyak peran wanita dalam mengurus rumah tangga ketika dia mengenakan daster, pakaian kebesaran ketika berada di dalam rumah.

Selain daster, lingerie juga menjadi simbol bagi wanita untuk berperan di dalam rumah tangga. Melayani suami, menjaga keharmonisan rumah tangga, membuat nyaman suami, menjaga kesetiaan dan kehormatan suami merupakan tugas-tugas seorang istri.

Begitu mulianya seorang istri jika selalu menaati suaminya dalam hal kebaikan.

Kesabaran dan keikhlasan menjadi kunci penting ketika wanita menjalankan perannya sebagai seorang istri.

Bagaimana dengan wanita yang bekerja di luar rumah? Fenomena wanita bekerja di luar rumah sudah menjadi kewajaran di belahan bumi mana pun.

Peran wanita yang mengalami pergeseran, dari hanya memiliki peran domestik (mengurus rumah tangga) kini memiliki peran di sektor publik di mana wanita bisa berkarir dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, politik, bahkan sekarang merambah di bidang transportasi.

Seakan tak ada pekerjaan yang didasarkan pada gender, pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki juga bisa dikerjakan oleh wanita.

Wanita bekerja di luar rumah pun memiliki tujuan yang berbeda-beda. Sebagian wanita menganggap bahwa dia layak untuk mendapatkan apresiasi atas eksistensinya dengan bekerja secara aktif di luar rumah.

Sebagian yang lain, alasan ekonomi menjadi tepat untuk berkerja di luar rumah, yaitu memenuhi tuntutan kebutuhan yang semakin meningkat, meskipun ada suami sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan keluarga.

Banyak wanita menganggap bahwa bekerja di luar rumah sebagai suatu hal yang menyenangkan, karena selain dapat menjalin relasi dengan orang lain mereka juga mendapatkan penghasilan yang lebih besar jika dibandingkan penghasilan dari rumah.

Didukung dengan pendidikan yang tinggi, wanita merasa percaya diri untuk berkiprah di luar rumah.

Berbagai posisi bisa diraih bagi mereka yang bekerja keras dan memiliki komitmen terhadap pekerjaannya.

Dengan mengenakan blazer, bisa jadi mereka sebagai pimpinan di sebuah perusahaan.

Berbagai peran yang dijalankan oleh wanita pekerja bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Tuntutan untuk berlaku adil dalam menjalankan peran merupakan hal mutlak yang harus diperhatikan oleh wanita pekerja.

Setinggi apapun posisi seorang wanita di dalam pekerjaannya, namun ketika di rumah, peran sebagai ibu dan istri tetaplah menjadi prioritas yang harus dikerjakan dengan baik, meskipun dari segi waktu pasti akan sangat terbatas.

Pada akhirnya, tetaplah mejadi Kartini-Kartini yang patut dibanggakan, bukan Kartini yang layak untuk dihinakan. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#otak #wanita #kartini #lingerie #rumah tangga #Blazer #daster #anak