Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Refleksi 11 Tahun Jawa Pos Radar Tuban: Tingkatkan SDM dan Perkuat Teamwork untuk Hadapi Tantangan di Era Digital

Tulus Widodo • Kamis, 5 Juni 2025 | 02:40 WIB
Oleh: Tulus Widodo, Direktur Jawa Pos Radar Tuban
Oleh: Tulus Widodo, Direktur Jawa Pos Radar Tuban

RADARTUBAN - Di era yang serba cepat ini, media-termasuk koran/media cetak- menghadapi tantangan yang semakin berat. Butuh kerja keras, kerja cerdas, dan teamwork yang solid untuk bisa tetap eksis menghadapi perkembangan zaman yang kini serba digital.

Kompetitor terbesar media cetak adalah media digital (online/internet). Media Digital seperti website berita, media sosial, dan platform digital lainnya telah menjadi sumber informasi utama bagi banyak orang, terutama generasi muda.

Mereka menawarkan berita yang terus diperbarui, video, audio, dan berbagai konten interaktif yang tidak bisa ditawarkan oleh media cetak.

Meski demikian, media cetak masih memiliki keunggulan tertentu yang tidak bisa didapatkan di media digital, diantaranya:

- Keakuratan dan Keandalan
Proses produksi media cetak yang lebih lama memungkinkan pengecekan fakta dan penyuntingan yang lebih mendalam, sehingga keakuratan konten lebih terjamin.

- Dapat Dibaca Berkali-kali
Media cetak dapat dibaca berkali-kali dan disimpan untuk referensi di masa depan, sementara media digital seringkali hanya tersedia secara online dan mungkin dihapus atau berubah.

- Perasaan Tak Aktif
Media cetak menawarkan pengalaman taktil yang dapat menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat dengan audiens.

Media digital, khususnya media sosial dan platform digital lainnya seperti Google Ads dan platform e-commerce juga menjadi kompetitor media cetak dalam mendapatkan iklan.

Media elektronik seperti televisi juga menghadapi hal yang sama.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah stasiun TV nasional yang dalam waktu belakangan sering kita dengar, kabarnya salah satu penyebabnya karena berkurangnya pendapatan iklan dari sejumlah stasiun TV tersebut.

Sebab, ‘kue’ iklannya banyak tersedot ke media sosial dan platform digital lainnya seperti Google Ads dan platform e-commerce. Sehingga perusahaan harus melakukan efisiensi, salah satunya dengan memangkas jumlah karyawannya.

Persaingan ini semakin ketat karena media digital menawarkan jangkauan yang luas, interaktivitas yang lebih tinggi, dan kemampuan pengukuran yang lebih akurat dan yang menarik bagi pengiklan.

Namun, ini bukan berarti kiamat bagi perusahaan media konvensional. Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, termasuk melengkapi dengan media online dan sosmed, media konvensional masih memiliki peluang untuk bersaing merebut hati pembaca.

Saat ini, seluruh jaringan Jawa Pos Grup sudah memiliki media online, termasuk Jawa Pos Radar Tuban yang mengelola dua media online yakni radartuban.jawapos.com dan radarbonang.id.

Jawa Pos Radar Tuban juga aktif di media sosial melalui akun Instagram (@radar_tuban), TikTok (@radar.tuban), Facebook (Radar Tuban), dan X (@radartuban).

Dengan platform media yang lengkap ini, kami optimistis bisa mengarungi era yang kini sudah serba digital.

Dan kami meyakini media cetak masih akan tetap mendapat tempat di hati pembaca setianya.

Radar Tuban akan terus berupaya meng-upgrade kemampuan dan kualitas keredaksian agar bisa menyajikan berita-berita berkualitas dan menjadi teman setia bagi masyarakat di Kabupaten Tuban.

Tentu, kami juga sangat mengharapkan support dari semua stakeholder untuk menghasilkan produk-produk jurnalisme yang berkualitas.

Sinergi dan kolaborasi menjadi kata kunci untuk menjaga eksistensi Jawa Pos Radar Tuban di tengah era digital sekarang ini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Dibaca #Keakuratan #perasaan #digital #Facebook #media sosial #Jawa Pos Radar Tuban #tiktok