Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kalau Semua Bisa Belajar dari YouTube, Mengapa Sekolah Masih Ada?

M. Afiqul Adib • Minggu, 7 Juni 2026 | 19:05 WIB
Peran sekolah di era digital, serta mengapa pendidikan formal tetap relevan meski kursus dan pelatihan semakin mudah diakses. (CDC on Unsplash)
Peran sekolah di era digital, serta mengapa pendidikan formal tetap relevan meski kursus dan pelatihan semakin mudah diakses. (CDC on Unsplash)

RADARTUBAN - Munculnya banyak alternatif belajar di era digital memang memberi peluang besar. Kursus online, pelatihan singkat, hingga video tutorial membuat ilmu bisa diakses dengan cepat dan murah. Namun, kehadiran sekolah tetap memiliki peran yang tidak tergantikan.

Sekolah lebih dari sekadar tempat mencari ilmu. Ia adalah ruang sosial di mana siswa belajar berinteraksi, bekerja sama, dan menghadapi dinamika kehidupan nyata. Hal-hal ini sulit diperoleh hanya dari kursus online.

Belajar bersosialisasi dan bekerja sama menjadi nilai penting dari sekolah. Di ruang kelas, siswa belajar menghargai perbedaan, menyelesaikan konflik, dan membangun kerja tim. Keterampilan sosial ini sama pentingnya dengan pengetahuan akademik.

Baca Juga: Kemendikdasmen Janji Revitalisasi 71.744 Sekolah di Indonesia pada 2026

Sekolah mengajarkan pembiasaan dan karakter. Disiplin hadir setiap hari, tanggung jawab terhadap tugas, serta kebiasaan menghargai guru dan teman adalah bagian dari pendidikan yang membentuk kepribadian.

Kursus mengajarkan skill, sekolah membentuk cara berpikir. Kursus bisa memberi keterampilan teknis, tetapi sekolah melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Inilah bekal yang membuat seseorang mampu menghadapi berbagai tantangan.

Mengapa dunia kerja masih memperhatikan pendidikan formal? Karena ijazah tetap menjadi bukti standar kompetensi. Meski keterampilan praktis penting, pendidikan formal menunjukkan bahwa seseorang telah melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan konsisten.

Sekolah dan kursus bukan untuk dipertentangkan. Keduanya bisa saling melengkapi. Sekolah memberi fondasi, kursus menambah keterampilan spesifik. Dengan kombinasi keduanya, seseorang bisa lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sekolah tetap relevan meski alternatif belajar semakin banyak. Ia bukan hanya soal ilmu, tetapi juga soal karakter, kebiasaan, dan cara berpikir.

Lebih jauh lagi, sekolah memberi pengalaman kolektif yang tidak bisa digantikan. Kenangan bersama teman, guru, dan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dari perjalanan hidup.

Kesadaran ini membuat kita memahami bahwa pendidikan formal tetap perlu diusahakan. Kursus bisa menjadi tambahan, tetapi sekolah adalah fondasi.

Dengan begitu, anak muda bisa memanfaatkan kursus untuk memperkaya keterampilan, tanpa melupakan peran sekolah sebagai pembentuk karakter dan pola pikir.

Sekolah tetap menjadi ruang belajar utama, sementara kursus hadir sebagai pelengkap. Keduanya bersama-sama membentuk generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sosial #youtube #karakter #ilmu #sekolah