Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penting untuk Petakan dan Evaluasi Capaian Pembelajaran, Konstribusi Festival Literasi Numerasi Tingkat SD se-Kabupaten Tuban 

Dwi Setiyawan • Selasa, 18 Maret 2025 | 15:30 WIB

 

Photo
Photo

 

RADARTUBAN – Agenda tahunan Festival Literasi Numerasi mendapat support luar biasa dari sejumlah elemen.

Mereka menilai gelaran kerja sama Jawa Pos Radar Tuban dan Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban tersebut memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Bumi Ronggolawe.

Seperti disampaikan Kepala UPT SD Negeri Sobontoro, Tambakboyo, Nurlela Prasetyo.

Dia mengatakan, literasi memegang peran penting dalam menggali ilmu pengetahuan.

Sebab, literasi merupakan kegiatan yang menjadi sumber peserta didik untuk memahami semua ilmu pengetahuan, khususnya mata pelajaran.

‘’Dengan berliterasi, peserta didik mendapat stimulus untuk bernalar kritis,’’ ujarnya.

Karena itu, Nurlela mendukung kegiatan yang memberikan sumbangsih bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Tuban tersebut. 

Kontribusi besar Festival Literasi Numerasi bagi dunia pendidikan di Tuban juga disampaikan Muri, ketua tim penyusun soal. 

Menurut dia, kegiatan tersebut penting untuk memetakan sekaligus mengevaluasi sejauhmana capaian pembelajaran yang telah dilaksanakan dan dikuasai peserta didik. 

Begitu urgennya Festival Literasi Numerasi, kata Muri, pembuatan soal diawali dengan penyusunan kisi-kisi.

Acuannya, capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka dan memperhatikan dimensi pengetahuan Taksonomi Bloom. 

Dia menerangkan, Taksonomi Bloom terdiri dari enam kategori pemahaman, yang tersusun secara hierarkis. Yakni, C1 mengingat, C2 memahami, C3 menerapkan atau mengaplikasikan, C4 menganalisa, C5 mengevaluasi, dan C6 mengkreasi. 

‘’Melalui soal literasi-numerasi, peserta didik akan memilah, membandingkan, dan menganalisa,’’  jelas trainer pembelajaran DBE 2 itu. 

Muri juga menjabarkan tahapan anak didik mengerjakan soal.

Dimulai dari membaca soal, mengolah informasi, baru kemudian menentukan jawaban yang tepat.

Karena itu, dalam menyelesaikan soal, tidak ada soal yang akan selesai dalam satu tahapan. 

Mengapa demikian? Pendidik senior itu mengatakan, karena tim penyusun soal mengambil dimensi pemahaman dari Taksonomi Bloom mulai level C3 sampai C6. 

‘’Kegiatan ini juga diharapkan dapat melatih peserta didik untuk percaya diri dan bernalar kritis. Tidak sekadar mengingat dan memahami,’’ ujarnya.

Kepada lima anggota tim penyusun soal, Muri juga menekankan pentingnya originalitas soal literasi numerasi.

Karena itu, dia menjamin soal literasi-numerasi tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya, meski sumbernya sama dari capaian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka.

Dalam menyusun soal, lanjut dia, timnya mengupayakan berorientasi pada kontekstual kearifan lokal Tuban.

Dua di antaranya wisata Pantai Kelapa dan Gua Ngerong. 

‘’Kaidah penyusunan soal juga harus diperhatikan, mulai dari ejaan dan susunan kalimat, dan penggunaan tata bahasa,’’ imbuh pengawas SD di Kecamatan Merakurak itu. 

Lebih lanjut Muri mengatakan, dalam menyusun soal pilihan ganda, timnya juga memasukkan pengecoh dalam option-nya.

Dengan demikian, para peserta didik harus lebih fokus dan tidak asal menebak dalam menentukan pilihan jawaban.

Diberikan sebelumnya, Festival Literasi Numerasi yang babak penyisihannya diselenggarakan pada 17 April mendatang tersebut diikuti siswa kelas 3, 4, dan 5 SD se-Kabupaten Tuban.

Sementara babak finalnya diagendakan pada 30 April. Penyerahan hadiah kepada para pemenang direncanakan pada upacara Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei. (ds)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Festival Literasi Numerasi #indeks pembangunan manusia #dinas pendidikan #Jawa Pos Radar Tuban