Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gubernur Jatim Khofifah Gandeng Sekolah Swasta dalam SPMB, Beasiswa Kurang Mampu Kini Bisa Dinikmati Siswa Sekolah Swasta

Bihan Mokodompit • Rabu, 7 Mei 2025 | 14:29 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kini ada beasiswa untuk SD - SMP negeri dan swasta.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan kini ada beasiswa untuk SD - SMP negeri dan swasta.

RADARTUBAN - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi menggandeng sekolah swasta dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret Pemprov Jatim untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga pra sejahtera.

 Kolaborasi Strategis Lewat SPMB 2025

Pemprov Jatim memperkuat sinergi dengan SMA/SMK swasta demi memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas.

Melalui skema SPMB 2025, sekolah swasta berkomitmen menyediakan beasiswa pendidikan penuh serta biaya terjangkau bagi siswa yang berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi terendah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh kepala satuan pendidikan swasta yang telah berkomitmen memberikan beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau untuk calon siswa baru,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Solusi Keterbatasan Kursi di Sekolah Negeri

Data dari Dinas Pendidikan Jawa Timur menyebutkan bahwa jumlah lulusan SMP/sederajat tahun ini mencapai 682.252 siswa.

Namun, kursi yang tersedia di sekolah negeri hanya sekitar 261.396 atau setara 38,81 persen. Dengan demikian, sekitar 420.856 siswa atau 61,69 persen harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

“Melalui kerja sama strategis ini, sekolah swasta diminta membuka kuota beasiswa penuh dan biaya pendidikan terjangkau bagi siswa kurang mampu atau berprestasi tapi tidak diterima di negeri,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai.

Bantuan Dana Pendidikan untuk Siswa Tidak Mampu

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Pemprov Jatim mengalokasikan dana bantuan pendidikan senilai Rp 1 juta per siswa.

Dana ini ditujukan bagi siswa prasejahtera yang tidak diterima di sekolah negeri dan belum mendapatkan bantuan seperti Program Indonesia Pintar (PIP).

“Setiap kabupaten/kota akan mendapat kuota 150 calon siswa dari keluarga prasejahtera, termasuk anak buruh dan pekerja. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 5,7 miliar,” terang Khofifah.

 Pendidikan Inklusif dengan Dukungan Sekolah Swasta

Langkah kolaboratif dalam SPMB 2025 ini menjadi model pendidikan inklusif yang patut dicontoh.

Selain mendorong keterlibatan sekolah swasta, kebijakan ini juga menghindari diskriminasi dalam akses pendidikan dan memberi harapan bagi siswa dari latar belakang ekonomi lemah.

Dengan keterlibatan aktif SMA/SMK swasta, penyediaan beasiswa penuh serta bantuan dana pendidikan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan pendidikan Jawa Timur. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#spmb #swasta #Pemprov Jatim #beasiswa #gubernur #Jawa Timur #sekolah #Khofifah Indar Parawansa