Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bahasa Portugis Masuk Kurikulum? Pakar UNY Ingatkan Pemerintah: Sekolah Belum Siap

Ika Nur Jannah • Minggu, 26 Oktober 2025 | 23:10 WIB

 

Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Yogjakarta (UNY) Dr. Riana Nurhayati, S.Pd., M.Pd.
Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Yogjakarta (UNY) Dr. Riana Nurhayati, S.Pd., M.Pd.

RADARTUBAN - Rencana pengajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah Indonesia menuai tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk pakar pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Dr. Riana Nurhayati, S.Pd., M.Pd.

Menurut Riana, sebelum kebijakan ini diterapkan secara menyeluruh, perlu dilakukan analisis kebutuhan atau penilaian kebutuhan yang komprehensif guna memahami kondisi di lapangan dan kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan mata pelajaran baru ini.

Riana menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak terkait, seperti anggota Komisi X DPR, asosiasi guru, asosiasi perguruan tinggi, serta pelaku sektor bisnis jika pengajaran bahasa Portugis juga terkait dengan dunia usaha.

Kesediaan sumber daya manusia, khususnya tenaga pengajar yang kompeten, menjadi salah satu catatan penting.

Jika sekolah belum siap dari sisi ini, pengenalan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran hanya akan menambah beban kurikulum dan dapat berdampak kurang maksimal.

Oleh karena itu, Riana menyarankan agar pengajaran bahasa Portugis dimulai secara bertahap.

Seperti dijadikan pilihan ekstrakurikuler di sekolah terlebih dahulu sebelum diajarkan secara luas.

Dalam tingkat perguruan tinggi, bahasa Portugis bisa diterapkan pada program studi tertentu yang relevan.

Seperti hubungan internasional atau jurusan lain yang membutuhkan kemampuan bahasa asing lebih dari satu.

Usulan pengajaran bahasa Portugis ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta pada (23/10).

Prabowo menegaskan jika Brasil menjadi mitra strategis Indonesia, maka bahasa Portugis harus menjadi salah satu prioritas bahasa asing yang diajarkan di sekolah untuk mempererat kerja sama kedua negara di masa depan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah diminta untuk memastikan kebijakan ini agar dapat segera diimplementasikan.

Dengan catatan bahwa proses pengenalan harus dilakukan secara bertahap dan analitis.

Pengajaran bahasa Portugis bukan hanya sebagai bahasa tambahan, tetapi juga sebagai jembatan diplomasi dan ekonomi antara Indonesia dan Brasil, yang hubungan bilateralnya telah berlangsung sejak lama.

Dengan kebijakan ini, diharapkan generasi muda Indonesia semakin siap bersaing di kancah global, terutama dalam bidang hubungan internasional dan bisnis dengan negara-negara berbahasa Portugis. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bahasa Portugis #pakar #pendidikan #universitas yogyakarta #uny