RADARTUBAN – Graha Sandiya Tuban dipenuhi suasana haru dan kebanggaan. Sebanyak 490 wisudawan mengikuti Wisuda XXIII Universitas PGRI Ronggolawa (Unirow) Tuban, Sabtu (15/11).
Prosesi tersebut tidak hanya menandai kelulusan mereka, namun juga menegaskan pencapaian prestasi akademik dari berbagai program studi.
Rinciannya, 54 lulusan Pascasarjana dan 436 Sarjana.
Mereka lulus dari 16 prodi PGSD, PGPAUD, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Ekonomi, PPKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ilmu Kelautan, Ilmu Perikanan, Teknik Industri, Teknik Informatika, Matematika, Biologi, Ilmu Komunikasi, hingga Ilmu Politik.
Foto-foto selengkapnya di sini...
Tahun ini, kampus di Jalan Manunggal nomor 61 Semanding itu mencatat prestasi sejumlah wisudawannya dengan tinta emas.
Enam di antaranya meraih IPK tertinggi dari berbagai prodi.
Mereka antara lain, Idana Listiana (Magister Pendidikan Dasar), Susi Novita Sari (Pendidikan Biologi), Sri Kumala Ningsih (Ilmu Komunikasi), Dimas Dwi Sugiarto (Ilmu Perikanan), Dyah Ayu Oktaviana (Teknik Industri), dan Maya Muaziza (Matematika).
Kategori favorit juga tak kalah mencolok. Lulusan dengan SKPI tertinggi sekaligus lulus tanpa skripsi diraih Yudhistian (Pendidikan Biologi) lewat 12 publikasi, satu di antaranya Scopus.
Deretan nama lain ikut menyusul, Faishol Abidin (Ilmu Komunikasi), Maryoko (Ilmu Kelautan), Miftahurrohman (Teknik Informatika), dan Deni Setiawan (Matematika).
Rektor Unirow Dr. Warli, M.Pd menegaskan bahwa prosesi wisuda bukan sekadar rutinitas akademik.
Semua lulusan telah lolos verifikasi ijazah. “Artinya ijazah yang kami terbitkan legalitasnya tidak perlu diragukan lagi keabsahannya,” ujarnya.
Warli mengingatkan gelar bukan aksesori yang digantung di dinding, namun itu merupakan tanggung jawab moral.
Karena itu, lulusan diminta menjaga nama almamater sekaligus mengimplementasikan ilmu di dunia kerja.
“Pesan kami kepada para wisudawan, jagalah nama baik almamater kampus kita,” tegasnya.
Tak berhenti pada prestasi mahasiswa, Unirow juga memperlebar sayap kolaborasi.
Tahun 2025, deretan MoU ditandatangani dengan delapan kampus luar negeri: Kura University (Iraq), Komar University of Science and Technology, Bayan University, National Yunlin University of Science and Technology (Taiwan), Jindal Global University, Galgotias University, Sharda University (India), serta INTI International University dan KBRI Malaysia.
“Menambah mitra dari luar negeri ini menjadi poin penting untuk memberikan wawasan global kepada mahasiswa,” kata Warli bangga.
Di internal, Unirow juga meningkatkan grade akademisinya. Sebanyak 26 dosen melanjutkan studi S-3, 1 doktor baru di Pendidikan Dasar, dan 3 Guru Besar bidang Pembelajaran Biologi.
“Kami selalu berupaya mengembangkan kampus agar tata kelola semakin tertata baik,” tandasnya.
Ketua PPLP PT PGRI Tuban Sudjarwoto Tjondronegoro, S.H, S.Pd, M.H, MM, M.Hum ikut memompa semangat lulusannya.
“Saudara telah menjadi sarjana yang berkarakter. Gelar yang diemban saat ini merupakan simbol tanggung jawab, bukan hanya sekadar pencapaian akademik,” tegasnya.
Dia juga memuji geliat Unirow mencetak generasi unggul.
“Banyak mahasiswa yang berprestasi, dan itulah bukti keberhasilan bersama. Kami akan terus mendukung penuh perkembangan kampus ini hingga mendunia,” ujarnya.
Ketua PGRI Jawa Timur Dr. Joko Adi Walujo pun angkat topi pada konsep wisudawan yang memberi panggung khusus bagi mahasiswa berprestasi.
“Baru kali ini penghargaan nyata pada mahasiswanya dipajang langsung dengan foto-foto mereka. Ini adalah pendidikan yang luar biasa,” katanya.
Dari layar daring, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan peran strategis kampus terbesar di Bumi Ronggolawe itu dalam pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kampus ini memiliki potensi yang besar untuk mendorong kesadaran publik tentang pentingnya pembangunan ekologis yang berkelanjutan,” ucapnya.
Prosesi Wisuda XXIII ini meneguhkan komitmen Unirow: meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat karakter lulusan, sekaligus berkontribusi pada pembangunan daerah dan nasional. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama