RADARTUBAN – SMAN 1 Grabagan kian menunjukkan kapasitasnya dalam mencetak generasi berprestasi. Di bawah kepemimpinan Idha Karyati, S.Pd., M.Pd., sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Wage, Kecamatan Grabagan, itu mencatat lonjakan tingkat kelolosan siswa ke perguruan tinggi negeri (PTN) hingga 57 persen dibanding tahun sebelumnya.
Capaian tersebut sejalan dengan penguatan nilai yang dirangkum dalam slogan SMAN GRABAGAN MONCER, akronim dari Mandiri, Optimis, Nasionalis, Cerdas, Empatis, dan Religius—yang menjadi fondasi proses pendidikan di sekolah tersebut.
Hasilnya terlihat pada pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Selasa (31/3). Sebanyak delapan siswa dinyatakan lolos ke sejumlah PTN.
Baca Juga: Fara Amelia, Ketua OSIS SMAN Grabagan yang Mahir Olah Vokal dan Bersajak Sastra
Antara lain Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, serta ISI Surakarta. Satu siswi lainnya diterima melalui jalur golden ticket Organization Leadership Festival (OLF) di Universitas Negeri Malang.
“Kerja sama tim kami sangat kuat. Khususnya tim bimbingan konseling yang sangat peduli dengan setiap siswa. Kami tidak berjalan sendiri, semua guru hingga wakil kepala sekolah bergerak bersama. Sehingga, kendala apa pun dapat teratasi dengan cepat,” ujarnya.
Dia menambahkan, keberhasilan siswa tidak lepas dari motivasi internal. Sekolah, kata dia, berperan sebagai pendorong agar siswa memiliki kepercayaan diri untuk bersaing dengan sekolah di wilayah perkotaan.
“Saya ingin membuktikan pada khalayak bahwa Grabagan bisa memunculkan pionir-pionir hebat. Kami membangun semangat anak-anak agar mampu mengangkat nama daerahnya,” kata Idha.
Dalam mempersiapkan siswa menuju perguruan tinggi, SMAN 1 Grabagan mengedepankan kemandirian. Sekolah tidak bergantung pada lembaga bimbingan belajar berbayar, melainkan memaksimalkan peran guru melalui pendampingan intensif, latihan soal, serta pemanfaatan sumber belajar gratis.
Di sisi lain, penguatan aspek sosial ekonomi juga dilakukan melalui program yang bekerja sama dengan Gemma Foundation.
Program ini memberi kesempatan bagi siswa kurang mampu untuk memelihara kambing, yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai biaya melanjutkan pendidikan.
Penguatan karakter turut menjadi perhatian. Sekolah secara rutin menggelar berbagai kegiatan, seperti Jumat Inspiratif dengan istighosah, Jumat Sehat dan Bergizi, Jumat Sedekah, serta Jumat Berbudaya yang menekankan pelestarian kearifan lokal.
Prestasi juga datang dari tenaga pendidik. Kurniawati, S.Pd., guru PKWU, berhasil masuk 10 besar tingkat Bojonegoro - Tuban dalam East Java Innovative Education Summit 2026 tingkat provinsi.
“Prestasi-prestasi yang diraih ini berkat kerja sama dan dukungan dari semua pihak sekolah kami,” ujar Idha.
Baca Juga: Cerita Agnice Ika Pramytha, Pelajar SMAN 3 Tuban yang Putuskan Aktif di Dunia Modeling
Dia pun berpesan kepada para alumni untuk menjaga etika dan nama baik almamater.
“Harapan kami, siswa yang sudah lulus tetap bisa menjaga nama baik diri dan sekolah, bisa menjaga diri dan mandiri, dapat menjadi teladan untuk adik kelas dan memotivasi untuk mengikuti jejak prestasi yang sudah lulus.
Kesuksesan ini membuktikan jika ada kemauan, pasti ada jalan. Semoga ini menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi,” tuturnya. (saf/yud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama