RADARTUBAN – MA Islamiyah Senori mewisuda 167 siswa kelas XII yang tergabung dalam Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik), kemarin (30/4).
Prosesi pengukuhan itu dilakukan setelah menuntaskan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selama tiga tahun.
Bertempat di halaman MA Islamiyah Senori, Kecamatan Senori, upacara wisuda dihadiri oleh perwakilan ITS.
Kepala MA Islamiyah Senori H. A. Mustain, S.Ag., S.Pd. mengatakan, program bekerja sama dengan ITS ini sudah berjalan selama sebelas tahun.
Baca Juga: Festival Coding Anak TK di Tuban Diserbu Peserta, Antusiasme di Jenu, Parengan, dan Senori Tinggi
Para siswa diberikan keterampilan TIK seperti halnya di dunia perkuliahan atau kampus, karena proses pembelajaran dibuat per satuan kredit semester (SKS), sehingga sama seperti mahasiswa.
‘’Harapannya, dengan kerja sama ini (dengan ITS, red) anak-anak memiliki kemampuan teknologi, meski sekolahnya di madrasah,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Mustain menyampaikan, siswa yang telah diwisuda siap dihadapkan dengan perkembangan teknologi.
Dan bagi yang melanjutkan ke jenjang ke perguruan tinggi, ilmu yang diterima bisa semakin dikembangkan. Adapun yang memilih langsung bekerja, keterampilannya bisa menjadi bekal dalam dunia profesional.
Dia menjelaskan, proses belajar mengajar di prodistik meliputi dua jurusan. Yakni, perkantoran dan desain grafis.
‘’Hasilnya, anak-anak yang lulus dari sini bisa langsung bekerja dengan keahlian yang didapatkan. Sedangkan yang melanjutkan ke jenjang sarjana kemampuannya itu bisa menjadi andalan,’’ bebernya.
Yang lebih membagakan, terang Mustain, program prodistik di madrasah yang dipimpinnya ini merupakan pertama di Tuban. Setelah itu, baru menyusul sejumlah madrasah.
Lebih lanjut, Mustain mengatakan, MA Islamiyah Senori juga berhasil meraih prestasi membanggakan di bidang akademik.
Yakni, masuk jajaran 10 besar MA swasta se-Jawa Timur dengan jumlah siswa terbanyak diterima di SNBP. Totalnya 18 siswa, dan ditambah siswa yang diterima di PTKIN sebanyak 19 siswa.
‘’Dengan begitu, jumlah keseluruhan siswa MA Islamiyah Senori yang masuk PTN sebanyak 37 siswa,’’ tandasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sunnatunnur dr. H. Zainurrofiq mengatakan, selain memiliki banyak inovasi program dan prestasi yang diraih para siswa, MA Islamiyah Senori juga tidak pernah menyulitkan orang tua siswa.
‘’Terima kasih sudah menitipkan putra putrinya di lembaga terbaik ini,’’ imbuhnya.
Menurunya, MA Islamiyah Senori merupakan lembaga pendidikan berbasis pesantren dengan biaya rendah dan mampu mengantarkan lulusannya di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
‘’Dan tahun ini MA Islamiyah masuk the best top ten di Jawa Timur dengan jumlah siswa terbanyak masuk ke PTN,’’ bebernya.
Zainurrofiq berpesan kepada semua wisudawan untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan. Baginya, tidak ada alasan apa pun untuk tidak belajar. ‘’Semua anak-anak harus ikut masuk PTN dan harus memiliki bercita-cita tinggi,’’ pungkasnya. (fud/tok)