Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

K3S Merakurak Sebut Literasi Numerasi Radar Tuban Jadi Fondasi Penting Pendidikan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:13 WIB
K3S Kecamatan Merakurak Wahyudi resmi mendaftarkan siswanya untuk mengikuti Lomba Literasi Numerasi, kemarin (13/5). (RADAR TUBAN)
K3S Kecamatan Merakurak Wahyudi resmi mendaftarkan siswanya untuk mengikuti Lomba Literasi Numerasi, kemarin (13/5). (RADAR TUBAN)

RADARTUBAN — Kegiatan Lomba Literasi dan Numerasi tingkat Sekolah Dasar (SD) menjadi instrumen penting dalam memetakan kualitas pendidikan. Ajang ini dinilai bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana edukasi strategis untuk memperkuat fondasi literasi dan numerasi di lingkungan satuan pendidikan.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Merakurak Wahyudi mengungkapkan, kegiatan ini memiliki dimensi edukasi yang luas. Fokus utamanya adalah memperkuat fondasi literasi dan numerasi yang menjadi kompetensi dasar dalam kurikulum yang diterapkan saat ini. 

Menurutnya, kemampuan literasi bukan hanya soal membaca, dan numerasi bukan sekadar sekedar berhitung, melainkan juga kemampuan siswa dalam bernalar secara logis.

Baca Juga: 3.025 Siswa SD Negeri dan Swasta se-Kecamatan Tuban Siap Adu Cerdas Literasi dan Numerasi

‘’Kegiatan ini sangat efektif untuk mengukur sejauh mana siswa, khususnya kelas 3, 4, dan 5, memahami materi pembelajaran yang diterima di sekolah masing-masing,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (13/5).

Wahyudi menjelaskan, perlombaan ini memberikan gambaran objektif bagi para pendidik. Dengan standar soal yang diseragamkan di tingkat kecamatan, sekolah bisa melihat posisi kemampuan siswanya jika dibandingkan dengan sekolah lain. Hal ini penting untuk menciptakan suasana kompetisi yang sehat. 

Bagi para kepala sekolah, hasil lomba ini bukan sekedar angka atau daftar juara. Kepala Sekolah SDN Sumberjo itu menegaskan bahwa fungsi utama dari hasil kompetisi ini adalah sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap satuan pendidikan.

‘’Apa pun hasilnya, kita sebagai kepala sekolah bisa mengevaluasinya. Bila hasil kurang memuaskan, maka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa diperbaiki lagi,” tegasnya.

Evaluasi akan menyasar pada berbagai lini dalam proses belajar mengajar dan dijadikan basis data bagi kepala sekolah untuk melakukan pembenahan internal secara sistematis.

Tidak hanya bagi sekolah yang nilainya masih rendah, sekolah yang sudah mencapai hasil memuaskan pun dilarang untuk berpuas diri. Sebab, peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh berhenti pada satu titik prestasi tertentu.

Melalui evaluasi yang dilakukan secara rutin dan terukur melalui perlombaan seperti ini, KS yang juga menjabat di SDN Sumber itu berharap setiap sekolah di Kecamatan Merakurak mampu meningkatkan standar kompetensi siswanya secara bertahap. Target jangka panjangnya adalah menjadikan literasi dan numerasi sebagai budaya.

Dengan demikian, literasi dan numerasi bukan hanya menjadi capaian akademik di atas kertas, tapi juga menjadi budaya berpikir kritis yang tertanam sejak dini di tingkat sekolah dasar.

‘’Lomba ini pun diharapkan menjadi pemantik bagi guru-guru untuk semakin kreatif dalam merancang strategi pembelajaran di kelas, sehingga rapor pendidikan di wilayah Merakurak terus menunjukkan tren positif,” pungkasnya. (saf/tok) 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #Sekolah Dasar #lomba literasi numerasi