RADARTUBAN - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 sekolah di seluruh Indonesia pada 2026 guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan program tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih layak, aman, dan mendukung kebutuhan peserta didik.
“Tahun ini ditargetkan revitalisasi sekitar 71.744 sekolah secara nasional,” ujar Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (6/6).
Baca Juga: Kemendikdasmen Tambah 50 Mata Pelajaran Vokasi di TKA SMK 2026, Total Jadi 69 Pilihan
Menurutnya, program revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Khusus di Provinsi Kalimantan Timur, tercatat sebanyak 341 sekolah dinilai layak menerima bantuan perbaikan sarana dan prasarana pada 2026. Jumlah tersebut berasal dari total 806 usulan sekolah yang diajukan.
Abdul Mu’ti meminta seluruh kepala sekolah penerima bantuan agar mengelola anggaran revitalisasi secara transparan dan bertanggung jawab karena program tersebut merupakan amanat publik untuk meningkatkan mutu pendidikan dan keselamatan peserta didik.
Dia juga menyampaikan bahwa pada 2025 terdapat sedikitnya 286 sekolah di Kalimantan Timur yang telah menerima bantuan revitalisasi, dengan proses pengerjaan yang dilaporkan telah selesai dilakukan.
Program revitalisasi tahun 2025 mencakup sekolah di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, serta Kabupaten Penajam Paser Utara dengan total anggaran mencapai Rp 253,75 miliar.
Secara rinci, bantuan revitalisasi di Kota Balikpapan diberikan kepada 16 sekolah dengan nilai Rp 13,60 miliar. Sementara di Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 34 sekolah menerima bantuan senilai Rp22,30 miliar.
Adapun di Kota Samarinda, revitalisasi dilakukan terhadap 52 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp59,53 miliar.
Program perbaikan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan kesetaraan.
Abdul Mu’ti menegaskan revitalisasi sekolah menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Menurutnya, penguatan sarana dan prasarana pendidikan di Kalimantan Timur juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan di kawasan penyangga IKN. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama