RADARTUBAN - Proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang sekolah dasar (SD) di Tuban telah berakhir. Sebanyak 10.204 calon siswa tercatat berhasil terserap dan memulai pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tuban Irma Putri Kartika mengatakan, tingkat keterisian siswa pada tahun ini relatif stabil. Jumlah peserta didik yang diterima di SDN negeri maupun swasta tidak berbeda jauh dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
“SPMB jenjang SD ini sudah selesai sesuai jadwal dan tidak ada perpanjangan waktu bagi sekolah yang pagunya belum terpenuhi,” ujar Irma, Rabu (18/6).
Meski tahapan penerimaan telah ditutup, pekerjaan Dinas Pendidikan belum sepenuhnya selesai.
Pemerintah daerah masih berupaya memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan formal, terutama kelompok usia 6 hingga 7 tahun yang menjadi sasaran utama pendidikan dasar.
Baca Juga: Jalur WPK SPMB SMP di Tuban Nyaris Penuh, SMPN 1 Jatirogo Sisakan Lima Kursi
Karena itu, proses penelusuran masih dilakukan secara langsung di lapangan. Guru, pengawas sekolah, serta pemerintah desa dilibatkan untuk mendata sekaligus mengarahkan anak-anak yang belum terdaftar agar dapat mengisi kuota sekolah yang masih tersedia.
“Untuk saat ini terus kami lakukan tracking secara offline oleh bapak ibu guru bersama pengawas di lapangan. Kami juga bekerja sama dengan pihak desa untuk mengisi pagu-pagu sekolah yang masih kosong,” katanya.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar anak usia sekolah yang belum mendaftar. Dinas Pendidikan juga melakukan pendataan terhadap anak putus sekolah (APS) dan anak tidak sekolah (ATS) yang masih berada dalam rentang usia wajib belajar.
Langkah jemput bola itu diharapkan mampu menekan angka anak yang tidak mengenyam pendidikan formal sekaligus memperluas akses layanan pendidikan dasar di Tuban sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Bagi APS dan ATS yang telah melewati usia sekolah atau terkendala faktor tertentu sehingga tidak memungkinkan kembali ke sekolah formal, pemerintah daerah menyiapkan jalur pendidikan alternatif melalui program pendidikan kesetaraan atau kejar paket.
Menurut Irma, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas partisipasi sekolah di Kabupaten Tuban.
“Ini sangat menjadi perhatian kami untuk memperbaiki tingkat pendidikan di Tuban ke depannya,” ujarnya.
Rangkaian SPMB jenjang SD di Tuban berlangsung sejak 11 Mei dan berakhir pada Rabu (3/6) setelah tahapan daftar ulang gelombang II tahap B selesai dilaksanakan.
Selanjutnya, para calon siswa yang telah diterima dijadwalkan mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada 13 Juli mendatang sebagai awal memasuki dunia pendidikan dasar. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama