MPLS Ramah dari Kemendikdasmen Diklaim Sukses Bebas Perpeloncoan

Alifah Nurlias Tanti • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 07:52 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tegaskan komitmen bangun lingkungan sekolah sehat yang mendidik siswa memuliakan guru dan orang tua. (Instagram/kemendikdasmen)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tegaskan komitmen bangun lingkungan sekolah sehat yang mendidik siswa memuliakan guru dan orang tua. (Instagram/kemendikdasmen)

RADARTUBAN – Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendapat sambutan hangat dari para orang tua.

Kegiatan ini terbukti sangat membantu anak-anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru sejak hari pertama masuk.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kehadiran MPLS Ramah dirancang untuk mengubah paradigma lama perpeloncoan menjadi budaya sekolah yang sehat, aman, dan saling menghormati.

Baca Juga: Era Baru Pendidikan: Tata Kelola MPLS yang Humanis

Kemendikdasmen berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang suportif—sebuah tempat di mana siswa tidak hanya diajak mencintai ilmu pengetahuan, tetapi juga dididik untuk memuliakan guru dan menghormati orang tua mereka.

Dilansir dari Antara, Abdul Mu’ti menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para guru yang selalu tulus memberikan dedikasi terbaiknya dalam mendidik generasi muda. Beliau juga mengapresiasi kepercayaan besar yang diberikan oleh orang tua.

"Terima kasih telah memercayakan anak-anak kepada kami untuk dididik dan didampingi menjadi generasi masa depan Indonesia yang luar biasa," tuturnya.

Keseruan MPLS Ramah dan Edukatif di SMA Labschool Jakarta

Tak ketinggalan, SMA Labschool turut melangsungkan program MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 pada 13–17 Juli 2026. Agenda tahun ini dikemas penuh semangat untuk membekali para peserta didik baru dengan penguatan karakter, budaya literasi, kepedulian terhadap sesama, serta ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan potensi mereka.

Seluruh siswa baru tampak kompak mengikuti rangkaian program MPLS yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Agenda mereka diisi dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, simulasi mitigasi bencana, menjelajah Perpustakaan Nasional, hingga mengapresiasi karya apik di Pameran Seni Growing Up As An Indonesian.

Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan mengunjungi Masjid Istiqlal sebelum akhirnya mengikuti Expo Ekstrakurikuler yang menampilkan lebih dari 23 pilihan ekskul menarik.

Menanamkan Fondasi Karakter Luhur dan Berwawasan Global

Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, menegaskan bahwa MPLS merupakan gerbang pembuka bagi siswa baru untuk mengenal lebih dekat budaya sekolah. Kegiatan ini dirancang tak hanya untuk menyambut mereka, tetapi juga untuk mulai menanamkan karakter kuat sebagai modal utama menyongsong masa depan.

Badru menekankan bahwa MPLS merupakan titik awal perjalanan transformasi bagi para siswa baru.

Baca Juga: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Soko: Kuatkan Karakter Siswa dengan Menanamkan Mental Antikorupsi

"Lewat momen ini, kita tidak sekadar mengenalkan lingkungan fisik atau tata tertib sekolah. Lebih dari itu, kita ingin menanamkan fondasi kuat berupa nilai-nilai luhur Labschool: iman, ilmu, dan amal. Ke depan, tantangan zaman menuntut mereka untuk terus berkembang menjadi pribadi yang adaptif dan inovatif di tingkat global, tanpa pernah melupakan akar budaya dan karakter bangsa sendiri," tuturnya.

Perjalanan lima hari penuh keseruan ini diisi dengan rangkaian agenda Wiyata Mandala untuk mengenalkan lingkungan SMA Labschool Jakarta kepada para peserta didik baru. Melalui program tersebut, mereka disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, dan staf, sekaligus diajak menjelajahi setiap sudut fasilitas sekolah.

Lebih dari sekadar orientasi biasa, momen ini menjadi jembatan awal yang nyaman bagi anak-anak untuk mulai menyerap budaya sekolah, memahami aturan, serta menumbuhkan nilai-nilai khas Labschool di dalam diri mereka. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Perploncoan kemendikdasmen mpls