RADARTUBAN – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IIKNU Tuban tahun akademik 2026/2027 tidak sekadar menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus.
Sebanyak 228 mahasiswa baru dibekali pemahaman tentang karakter dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi tenaga kesehatan profesional.
Rangkaian PKKMB dimulai Senin (14/9) dan ditutup Sabtu (19/9). Di hari terakhir diselenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pengukuhan mahasiswa baru, serta penyerahan syahadah kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan program asrama.
Kegiatan tersebut dihadiri para wali mahasiswa baru, Muasis IIKNU Tuban KH Fathul Huda, Ketua Senat IIKNU Tuban Ir. H. Noor Nahar Husein, M.Si., serta anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari, S.E., M.M.
Baca Juga: Wisuda IX IIKNU Tuban : Resmi Buka Prodi K3 dan Perkuat Kerja Sama Internasional
Rektor IIKNU Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE, mengatakan, keterlibatan orang tua dalam penutupan PKKMB penting agar wali mahasiswa memahami proses pendidikan di perguruan tinggi kesehatan.
Sebab, pendidikan kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kehidupan manusia. ‘’Di kesehatan yang diurusi nyawa. Karena itu, mahasiswa harus memiliki knowledge, attitude, dan skill yang baik,” ujarnya.
Menurut Munir, keberhasilan pendidikan membutuhkan keterlibatan tiga komponen, yakni mahasiswa, kampus, dan orang tua.
Kampus memberikan pendidikan secara profesional, mahasiswa mengikuti proses dengan sungguh-sungguh, sedangkan orang tua tetap terlibat dalam perkembangan anak.
Lebih lanjut dia menyampaikan, IIKNU Tuban juga menyediakan sistem yang memungkinkan orang tua mengetahui aktivitas putra-putrinya selama menjalani pendidikan.
Mahasiswa baru juga akan mendapat pendampingan langsung dari dosen dalam proses perkuliahan. ‘’Mahasiswa baru di sini dibimbing langsung oleh dosen, termasuk saya ikut membimbing,'' bebernya.
Setelah PKKMB, menurut Munir, mahasiswa baru diwajibkan mengikuti program asrama selama tiga bulan.
Program tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus menyelaraskan latar belakang budaya dan pendidikan mahasiswa. Selama di asrama, mahasiswa dibekali knowledge, attitude, dan skill untuk membentuk perilaku profesional.
Di sisi lain, IIKNU Tuban terus mengembangkan program pendidikan. Salah satunya Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kampus juga menyiapkan pembukaan Program Studi Farmasi pada Februari mendatang.
‘’Pengembangan gedung tujuh lantai juga disiapkan untuk menunjang sejumlah program studi baru,’’ kata dia.
Untuk memperluas pengalaman mahasiswa, kampus membangun jejaring magang, termasuk rencana pengiriman mahasiswa Program Studi Gizi ke Taiwan pada November.
Sementara itu, Ketua Senat IIKNU Tuban Ir. H. Nurnahar Husein, M.Si., mengatakan, program pendidikan diarahkan untuk menyelaraskan kesiapan akademik dan mental mahasiswa.
Baca Juga: IIKNU Tuban Jadi Pelopor, Seluruh Mahasiswa dan Karyawan Resmi Terdaftar BPJS Kesehatan
‘’Dengan begitu, lulusan diharapkan mampu diterima masyarakat serta memiliki peluang bekerja di dalam maupun luar negeri,’’ pesannya.
Muasis IIKNU Tuban KH Fathul Huda dalam tausiyah Maulid Nabi mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan spiritual mahasiswa.
Sementara Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyerahkan 30 kuota beasiswa KIP kategori usulan masyarakat kepada mahasiswa IIKNU Tuban. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban