582 Siswa SMPN 2 Palang Ikuti Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:32 WIB
SMPN 2 Palang Lilik Respati menunjukkan piala Sekolah Adiwiyata yang diraih sekolahnya. (LILIK RESPATI UNTUK RADAR TUBAN)
SMPN 2 Palang Lilik Respati menunjukkan piala Sekolah Adiwiyata yang diraih sekolahnya. (LILIK RESPATI UNTUK RADAR TUBAN)

RADARTUBAN–Sebanyak 582 siswa SMP Negeri 2 Palang didorong untuk mengenal dasar-dasar pemrograman atau koding sejak dini. Salah satunya dengan mengikutkan mereka pada Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan IT, literasi digital, sekaligus melatih kemampuan berpikir logis dan analitis para pelajar di tengah perkembangan teknologi.

Kepala SMPN 2 Palang, Lilik Respati menyampaikan bahwa sekolah memberikan dukungan terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan maupun pelatihan koding.

Menurutnya, pemahaman mengenai pemrograman penting agar siswa tidak hanya mampu menggunakan perangkat digital, namun juga mengenali cara kerja teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

Baca Juga: SMPN 1 Palang Daftarkan 986 Siswanya pada Olimpiade Koding dan Kecerdasan Artifisial Tuban

"Respons kami sangat positif. Apalagi untuk anak-anak era sekarang, mengenalkan koding itu penting sekali agar mereka tidak sekadar jadi pengguna teknologi, namun juga paham cara kerjanya," ujar Lilik saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Jumat (16/10) siang.

Dia menegaskan, pengenalan koding sejak jenjang SMP dinilai dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami teknologi secara lebih mendalam di masa mendatang. “Selain mempelajari dasar pemrograman, siswa juga berkesempatan mengembangkan pola pikir sistematis ketika menghadapi persoalan nantinya,” imbuh Lilik.

Di sekolah tempatnya bertugas, materi pemrograman saat ini masih diintegrasikan dalam mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sehingga, melalui kegiatan KKA ini, ratusan siswa di sekolahnya dapat memperoleh kesempatan praktik yang lebih luas.

“Tentu kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, dengan adanya KKA, pembelajaran di sekolah nantinya tidak hanya berfokus pada teori saja. Selain itu dengan adanya smartphone, siswa tidak hanya sekadar menggunakan, tetapi menggunakan perangkat ini sebagai media belajar juga,” ungkapnya.

Dengan pendekatan tersebut, lanjut Lilik, siswa diharapkan dapat memahami teknologi secara lebih mendalam. Kemampuan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan peserta didiknya agar mampu mengikuti perkembangan dunia digital.

Lilik berharap para siswa semakin tertarik mendalami koding dan mampu memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk mengembangkan kemampuan diri. Peningkatan keterampilan digital juga diharapkan membawa dampak positif bagi kemajuan sekolah.

"Harapan kami anak-anak semakin antusias dan bisa menerapkan ilmu koding ini di sekolah. Semakin bertambah ilmu IT-nya, kemampuan siswa makin terasah, dan sekolah juga akan semakin maju," pungkasnya.(saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Radar Tuban
Kemampuan IT SMP Negeri 2 palang Dilimpiade Koding dan Kecerdasan Artificial literasi digital Radar Tuban