Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pengamat: Hubungan Jokowi dan Ganjar Pranowo Tak Mudah Terkelupas

Dwi Setiyawan • Minggu, 1 Oktober 2023 | 15:31 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan bakal calon presiden (capres) 2024 dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan bakal calon presiden (capres) 2024 dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)

RADARTUBAN-Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa dirinya membisiki bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo untuk segera menangani persoalan kedaulatan pangan setelah dilantik menjadi presiden periode 2024-2029, memunculkan penafsiran terkait gestur tersebut.


Pengamat komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta Emrus Sihombing menilai, gestur berbisik menunjukkan hubungan Jokowi) dengan bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo tak mudah terkelupas seperti teori lapisan bawang.
Dari sisi ilmu komunikasi, ketika seseorang membisiki orang lain, kata dia, keduanya telah memiliki hubungan relasional yang sangat dekat.


Sementara dari sudut pandang ilmu sosiologis dan psikologis, pesan komunikasi dengan berbisik itu menandakan orang tersebut saling mendukung dan memberikan penghormatan.

"Dari perspektif komunikasi, tidak mungkin seseorang membisikkan sesuatu kepada orang lain kalau tidak dekat, artinya relasional mereka sangat dekat. Pesan komunikasi dari berbisik itu keduanya saling mendukung, memberikan penghargaan, dan penghormatan," ujar Emrus di Jakarta, Sabtu (30/9), sebagaimana dikutip dari Antara.


Pernyataan Presiden Jokowi bahwa dirinya membisiki Ganjar Pranowo disampaikan secara blak-blakan dalam sambutan pembukaan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9).

Emrus kemudian merinci terkait bahasa verbal Presiden Jokowi ketika membisiki Ganjar.
Yaitu, menangani kedaulatan pangan untuk segera diimplementasikan. Terkait poin tersebut, menurut dia, presiden tidak sekadar menyampaikan pesan verbal terkait kedaulatan pangan, namun menyampaikan strategi dan waktu pelaksanaannya.

"Boleh dong Ganjar Pranowo mengatakan bahwa dia mengampanyekan terkait kedaulatan pangan atas masukan atau bisikan dari Presiden Jokowi," kata akademisi UPH Jakarta itu.


Emrus juga menilai bisikan Jokowi tersebut terkait rancangan mewujudkan kedaulatan pangan yang hanya disampaikan kepada Ganjar.
Itu menegaskan bahwa Jokowi sangat berkeinginan kuat bahwa Ganjar yang jadi Presiden 2024-2029.

Dia juga menilai masukan orang nomor satu di Indonesia melalui bisikan kepada Ganjar menandakan kecintaan Jokowi kepada Ganjar untuk menjalankan langkah strategis sebagai pemimpin agar persediaan pangan bangsa Indonesia tidak terganggu.

"Kalau dari teori lapisan bawang, bisikan itu cermin kenyataan relasi antara Presiden (Jokowi) dengan Ganjar berada pada lapisan paling dalam atau inti. Hubungan mereka bukan seperti lapisan kulit bawang yang mudah terkelupas, hubungan mereka tidak bisa terpisahkan," jelas Emrus.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#pdi perjuangan #Gestur #presiden Jokowi #ganjar #Rakernas #Kedaulatan pangan