RADARTUBAN - Kevin Diks dikabarkan sudah mendarat di tanah air. Dari foto yang beredar tersebut, semakin menguatkan rumor naturalisasi untuk tambahan amunisi Timnas Indonesia.
Foto dan video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sosok yang sangat mirip dengan pemain belakang FC Copenhagen tersebut tengah berada di Bandara Soekarno Hatta (10/10).
Akun Instagram @ilan.alkatiri menjadi salah satu yang mengunggah momen kedatangan pemain keturunan Maluku ini.
Dengan setelan serba hitam yang khas, Kevin Diks langsung menjadi pusat perhatian.
Unggahan tersebut pun memicu kehebohan di kalangan netizen yang tak sabar menantikan kepastian mengenai proses naturalisasinya.
Sebelumnya, Kevin Diks memang telah beberapa kali dikaitkan dengan Timnas Indonesia.
Pemain berusia 28 tahun ini bahkan secara terbuka mengakui telah melakukan negosiasi dengan PSSI terkait proses naturalisasi.
Kini, dengan kedatangannya ke Jakarta, harapan para penggemar semakin membuncah. Tidak lama lagi, kita mungkin akan melihat momen bersejarah saat Kevin Diks bersalaman dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebagai tanda resmi dimulainya proses naturalisasi.
Dengan pengalamannya yang kaya di sepak bola Eropa, Kevin Diks diyakini akan menjadi tambahan kekuatan yang sangat berarti bagi lini belakang Timnas Indonesia.
Sebelumnya, skuad Garuda telah berhasil mengamankan naturalisasi Mees Hilgers, bek tengah FC Twente. Jika Kevin Diks resmi menjadi Warga Negara Indonesia, maka lini pertahanan Timnas Indonesia akan semakin kokoh dan sulit ditembus.
Nama Kevin Diks mulai dikenal luas di Eropa saat membela FC Copenhagen dan berhasil membawa timnya lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim lalu melawan Manchester City.
Kedatangan Kevin Diks ke Jakarta tentu saja menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia. Kita semua berharap proses naturalisasi dapat berjalan lancar dan Kevin Diks segera bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Dengan tambahan amunisi baru ini, Timnas Indonesia diharapkan dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi di kancah sepak bola internasional. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama