RADARTUBAN – Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dikabarkan akan meluncurkan AFC National League, sebuah turnamen yang dirancang serupa dengan yeng telah diadakan oleh UEFA dann CONCAFA.
Turnamen ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para anggoota AFC agar tidak kesulitan mencari lawan uji coba FIFA Matchday berlangsung.
“Berdasarkan informasi dari jurnalis Arab Saudi @nawaf__oga, AFC berencana meluncurkan kompetisi baru untuk tim nasional, mirip seperti UEFA Nations League,” tulis media Iran Persian Soccer di akun X-nya, @prznsoccer.
AFC National League direncanakan akan mulai diluncurkan tahun depan atau pada tahun 2025. Format awal turnamen ini akan berlaku dari 2025 hingga 2028.
Jika AFC National League jadi diadakan, akan masuk divisi berapakan Timnas Indonesia?
Sebagai perbandingan, saat UEFA meluncurkan UEFA National League pada 2018-2019, yang dikuti oleh 55 negara. UEFA membagi 55 negara tersebut menjadi empat divisi.
Divisi I atau A berisikan 12 tim. Kemudia, Divisi II (B) juga diikuti 12 tim, Divisi III (C) diikuti 15 tim dan Divisi IV (D) diikuti oleh diisi tim terbanyak dengan 16 tim. Pembagian divisi ini berdasarkan peringkat di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa.
Jika mengacu kepada UEFA, AFC dapat menggunakan hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sebagai dasar pembagian divisi, mengingat jumlah anggota AFC mencapai 47 negara.
Bukan tidak mungkin jika setiap divisi diisi 11-12 tim. Timnas Indonesia berpeluang masuk Divisi I jika berhasil lolos ke Piala Dunia 2026, baik melalui babak ketiga, keempat maupun playoff.
Jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, bahkan lewat playoff, mereka minimal akaan menempati posisi 9 di Asia. Posisi tersebut cukup untuk membawa Timnas Indonesia masuk ke 12 tim yang tergabung dalam AFC National League Divisi A.
Namun jika Timnas Indonesia gagal di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, mereka kemungkinan besar akan masuk ke AFC National League B atau divisi II. Oleh karena itu, menarik untuk menantikan rencana besar AFC tersebut. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama