RADARTUBAN- Keputusan PSSI memberhentikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia menuai reaksi keras, salah satunya dari putra sang pelatih, Shin Jae-won.
Pemain sepak bola asal Korea Selatan ini meluapkan kekecewaannya melalui media sosial, menilai ayahnya tak diperlakukan adil setelah semua kontribusinya untuk skuad Garuda.
Dalam unggahannya di Instagram resmi PSSI pada Senin (6/1), Jae-won menyindir tajam keputusan federasi. "Dia sudah membawa Indonesia sampai ke tahap ini, dan ini cara kalian memperlakukan dia? Bagus PSSI, kalian akan menyesali keputusan," tulisnya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong dalam konferensi pers di Menara Danareksa. Erick menyebut keputusan ini didasarkan pada evaluasi taktik dan komunikasi tim.
"Tentu kita mengucapkan terima kasih kepada kinerja Coach Shin Tae-yong. Namun, dinamika tim nasional ini memerlukan perhatian khusus. Kami membutuhkan sosok yang bisa lebih menerapkan strategi dengan komunikasi dan implementasi program yang lebih baik," ujar Erick.
Meskipun demikian, Erick menegaskan hubungan dengan Shin Tae-yong tetap terjaga baik. Manager Timnas Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi bahwa STY menerima keputusan ini dengan legawa.
Berbeda dengan respons sang ayah yang tetap profesional, Shin Jae-won terang-terangan menyinggung pencapaian STY selama melatih Indonesia.
"Apakah membawa Timnas menduduki peringkat 3 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menaikkan rangking FIFA 50 tingkat selama lima tahun adalah hal buruk?" tulisnya melalui Instagram story.
STY tercatat berhasil membawa Indonesia mencetak sejarah dengan lolos ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat pertama kali dikontrak, peringkat FIFA Indonesia berada di 170-an. Kini, skuad Garuda berada di posisi yang jauh lebih baik.
"Terima kasih untuk semua kerja kerasmu. Ayah sudah melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Keluarga kami tahu itu," tandas Jae-won.
PSSI tak butuh waktu lama untuk menentukan pengganti Shin Tae-yong. Federasi telah mengantongi pelatih baru asal Belanda yang akan diperkenalkan pada Minggu (12/1).
Keputusan PSSI ini mengundang banyak perhatian dan diskusi publik. Akankah pelatih baru mampu melanjutkan momentum positif yang telah dibangun STY? Waktu yang akan menjawab. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni