RADARTUBAN - Penampilan Harry Maguire saat Manchester United (MU) membungkam Athletic Bilbao dengan skor meyakinkan 3-0 pada leg pertama semifinal Liga Europa 2024/2025 menjadi sorotan.
Meski tidak mencetak gol, kontribusi Maguire dalam membangun serangan membuka jalan bagi gol pertama yang dicetak Casemiro.
Aksinya di laga tersebut bahkan membuat namanya viral dengan julukan baru: Harrydinho.
Pertandingan yang digelar Jumat (2/5) itu memperlihatkan bagaimana Harry Maguire tampil percaya diri.
Ia melakukan akselerasi dari sisi kiri pertahanan lawan, menggiring bola layaknya seorang gelandang serang sebelum mengirimkan umpan ke area penalti.
Bola kemudian disundul Manuel Ugarte dan diteruskan oleh Casemiro menjadi gol pembuka.
“Senang rasanya bisa melakukan sedikit dribble dan melepaskan crossing bagus. Saya tahu ada banyak pemain MU di kotak penalti, jadi saya rasa mereka memercayai umpan saya,” ujar Maguire.
Kreativitas Harry Maguire dalam membangun serangan tak luput dari perhatian para penggemar.
Di media sosial X, banyak warganet menyebutnya sebagai Harrydinho, merujuk pada legenda Brasil, Ronaldinho. Gaya bermain Maguire malam itu dinilai tak biasa bagi seorang bek tengah.
“Brilian! Saya yakin ada beberapa nama panggilan buat saya di luar sana,” tambah Maguire kepada TNT Sports.
Bahkan pelatih setan merah, Ruben Amorim, ikut mengomentari performa Maguire. Ia melontarkan pujian bernada guyonan.
“Dia adalah winger yang bagus!” ucap Amorim ketika diwawancarai.
Amorim juga menilai bahwa Harry Maguire sering mendapat kritik tidak adil di masa lalu, padahal kontribusinya untuk tim sangat besar.
“Terkadang ada momen di mana Maguire menjalani momen yang buruk. Semua yang ia lakukan adalah buat tim, jadi kami semua harus menikmatinya,” jelasnya.
Dengan kemenangan telak 3-0 di leg pertama, Manchester United berada di atas angin menuju final Liga Europa.
Penampilan solid dari Maguire juga memperlihatkan bahwa pemain berlabel bek tengah bisa menjadi kunci serangan.
Julukan Harrydinho menjadi bukti bahwa publik mulai melihatnya dari sudut yang berbeda, dan ini menjadi modal positif jelang leg kedua. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni