RADARTUBAN- Chelsea memastikan tempat di final UEFA Conference League setelah menyingkirkan Djurgardens dengan agregat meyakinkan 5-1 dalam dua leg semifinal.
Kemenangan ini menjadi bukti performa solid The Blues di kompetisi Eropa musim ini.
Setelah menang telak 4-1 di kandang Djurgardens, Chelsea kembali meraih kemenangan tipis 1-0 saat menjamu di Stamford Bridge pada Jumat dini hari (9/5) WIB.
Gol tunggal yang menentukan kemenangan dicetak oleh Kiernan Dewsbury-Hall, yang membawa Chelsea semakin dekat ke gelar juara.
Di partai puncak nanti, Chelsea akan berhadapan dengan Real Betis. Pertandingan final akan digelar di Wroclaw Arena, Polandia, pada 29 Mei mendatang.
Ini menjadi kesempatan emas bagi Chelsea untuk menorehkan sejarah baru dalam sepak bola Eropa.
Jika berhasil menjuarai UEFA Conference League, Chelsea akan menjadi klub pertama yang meraih gelar di ketiga kompetisi utama UEFA: Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.
Sebelumnya, Chelsea sudah mengangkat trofi Liga Champions pada 2012 dan 2021, serta Liga Europa pada 2013 dan 2019.
Prestasi ini sangat langka mengingat klub-klub besar seperti Real Madrid dan Barcelona jarang tampil di Conference League karena biasanya langsung lolos ke Liga Champions atau Liga Europa melalui peringkat liga domestik.
Musim ini, Chelsea turun di UEFA Conference League setelah finis di posisi keenam Liga Inggris musim lalu.
Tiket Liga Europa yang seharusnya menjadi milik Chelsea dialihkan ke Manchester United karena Setan Merah menjuarai Piala FA.
Meski turun kasta, performa Chelsea tetap impresif. Dari 12 pertandingan di ajang ini, The Blues meraih 11 kemenangan, mencetak total 37 gol, dan hanya kebobolan 8 kali.
Statistik ini menunjukkan dominasi Chelsea sepanjang kompetisi.
Final melawan Real Betis menjadi ujian terakhir bagi Chelsea untuk melengkapi koleksi trofi Eropa mereka.
Apakah The Blues akan berhasil menaklukkan lawan dan menulis sejarah baru dengan gelar Conference League?
Semua mata akan tertuju pada pertandingan di Polandia akhir Mei nanti. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni