RADARTUBAN - Orang Jawa sering mengandalkan hitung-hitungan weton untuk banyak hal. Mulai untuk menentukan tanggal pernikahan, buka usaha, serta banyak hal lainnya.
Sebab, bagi orang Jawa, Primbon berfungsi sebagai pedoman untuk menentukan sikap dalam suatu tindakan dalam kehidupan.
Nah, sebagai orang Jawa, saya percaya primbon juga bisa dipakai untuk menganalisis pertandingan bola.
Iya, sepak bola pun bisa dianalisis lewat weton. Untuk kesempatan ini, yang akan menjadi “pasien” primbon adalah Manchester United dan Tottenham Hotspur—dua tim yang bakal bentrok di final Liga Europa 2024/2025.
Laga puncak ini digelar Kamis dini hari, 22 Mei 2025 pukul 02.00 WIB. MU vs Spurs.
Dua tim Inggris yang lagi puasa gelar dan (ironisnya) lagi babak belur di liga domestik.
MU sedang di posisi 16 Premier League, sementara Tottenham di bawahnya: 17. Mepet zona degradasi, tapi malah tembus final Eropa.
Bener-bener khas sepak bola: tidak mudah ditebak, absurd, aneh banget.
Tapi jangan salah. Di Liga Europa, kedua tim ini tampil ganas. MU bantai Athletic Bilbao dengan agregat 7-1 di semifinal.
Tottenham sikat Bodo/Glimt dengan skor 5-1. Dan final ini akan jadi all-English final ketiga dalam sejarah Liga Europa—setelah 1972 dan 2019.
Nah, gimana kalau kita lihat siapa yang lebih berpeluang juara berdasarkan hitung-hitungan neptu?
Weton Klub dan Hari Pertandingan
Manchester United lahir pada 24 April 1902
Weton: Kamis Kliwon, jumlah neptu 16
Tottenham Hotspur lahir pada 5 September 1882
Weton: Senin Wage, jumlah neptu 8
Pertandingan: 22 Mei 2025. Jatuh pada Rabu Pon, jumlah neptu 14
Analisis Neptu: Siapa Lebih Hoki?
Dalam primbon Jawa, salah satu cara mengukur keselarasan atau hoki adalah dengan menghitung selisih neptu antara weton klub dengan hari pertandingan.
Semakin kecil selisihnya, konon katanya semakin cocok dan hoki.
MU: 16 (neptu) - 14 (hari) = 2
Tottenham: 14 (hari) - 8 (neptu) = 6
Hasilnya? Manchester United lebih dekat dengan neptu hari pertandingan.
Artinya, secara simbolik—dari sudut pandang primbon Jawa—MU punya hoki yang lebih nempel dengan waktu laga. Ibaratnya, aura Setan Merah lagi sinkron sama langit dan bumi.
Jadi, Siapa Juara?
Kalau berdasarkan performa Premier League, dua-duanya ngos-ngosan. Tapi performa di Eropa dan... ya, menurut perhitungan weton Jawa, MU punya kans lebih besar.
Setan Merah selaras dengan hari, lebih "kompatibel" dengan waktu bertanding.
Tentu saja, sepak bola tetap ditentukan di atas lapangan. Tapi kalau mau ikut-ikutan gaya dukun bola dari tanah Jawa, ya bolehlah bilang: neptunya MU lebih mantep, bro.
Jadi, silakan All in untuk Setan Merah yang tiap pertandingan di Liga Inggris selalu lucu itu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama