RADARTUBAN – Sinyal eksodus besar-besaran dari kubu Persebaya Surabaya akhirnya benar-benar menyala.
Bek asing tangguh Slavko Damjanovic resmi bergabung ke Bhayangkara Presisi Lampung FC, tim promosi Liga 1 2025/2026.
Apakah ini awal dari bedol desa skuad The Green Force era Paul Munster?
Kepindahan Slavko Damjanovic tidak datang tanpa konteks.
Bek asal Montenegro itu diketahui punya koneksi kuat dengan Paul Munster, pelatih yang sempat mendatangkannya ke Persebaya dari klub India, Bengaluru FC.
Setelah Munster resmi menjadi juru taktik baru Bhayangkara FC, publik menduga satu per satu anak emasnya akan mengikuti jejaknya. Dugaan itu kini jadi kenyataan.
“Please welcome, Slavko Damjanovic. Tembok Montenegro!” tulis akun resmi Bhayangkara FC, Rabu (25/6).
Slavko sebenarnya masih punya performa solid musim lalu. Ia bermain dalam 29 laga dengan 1 assist, dan menjadi salah satu tembok pertahanan Persebaya.
Namun, nama Slavko masuk daftar 10 pemain yang didepak klub per 3 Juni 2025.
Kini, Slavko bukan hanya kembali ke Liga 1, tapi juga ke dalam proyek besar Bhayangkara yang sedang membangun ulang skuad dengan pelatih baru dan semangat promosi.
Menariknya, Damjanovic bisa jadi bukan satu-satunya eks Green Force yang segera merapat.
Nama Ardi Idrus, bek sayap senior berusia 32 tahun yang masa peminjamannya dari Bali United berakhir, disebut-sebut nyaris pasti berkostum Bhayangkara.
“BREAKING NEWS: Ardi Idrus (LB/32), Kemungkinan Besar Akan Bergabung dengan salah satu tim promosi Liga 1 Indonesia, Bhayangkara Presisi Lampung FC,” tulis akun @transfernews_ft1.
Selain Ardi, gelandang Mohammed Rashid juga dikaitkan dengan Bhayangkara.
Dua nama ini diketahui pernah tampil reguler di bawah Munster dan sangat mungkin menjadi target dalam rangkaian transfer “loyalis” eks Persebaya.
Kedatangan Munster dan Damjanovic menandai ambisi besar Bhayangkara FC musim depan.
Tim yang baru naik kasta ini tidak ingin sekadar bertahan—mereka ingin bersaing dengan gaya dan sistem ala Munster.
Dengan perekrutan bintang-bintang yang sudah familiar dengan filosofi sang pelatih, Bhayangkara tampaknya hendak membangun “mini Persebaya” versi mereka sendiri di Lampung. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni