RADARTUBAN – Timnas Putri Indonesia siap tampil all-out dalam laga pembuka Grup D Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 menghadapi Kyrgyzstan, Minggu (29/6) malam di Stadion Indomilk Arena, Tangerang.
Laga ini bukan sekadar pembuka, tapi penentu napas awal Garuda Pertiwi untuk menembus panggung elite Asia.
Pelatih Timnas Putri, Satoru Mochizuki tak mau setengah-setengah. Ia menyebut laga perdana wajib dimenangkan demi menjaga peluang lolos langsung ke putaran final di Australia.
“Target kami hanya satu: juara grup. Dan semua berawal dari tiga poin pertama,” tegas pelatih asal Jepang itu.
Meski mengakui persiapan belum 100%, Mochizuki memastikan skuadnya—yang rata-rata berusia 22 tahun—sudah mencapai 80–100 persen kesiapan fisik dan mental.
Hal itu diperkuat oleh pernyataan sang kapten, Shafira Ika Putri. “Ini rumah kita, kita harus menang di sini!” tegas Shafira.
Beberapa hari terakhir, Mochizuki memfokuskan latihan pada komunikasi tim—terutama antara pemain lokal dan naturalisasi. Sesi latihan digelar intens di Dewa United Arena, Tangerang, dengan skema menyerang dan transisi cepat menjadi sorotan utama.
“Wajar jika gugup. Tapi yang penting kami tidak remehkan siapa pun,” ujarnya.
Kyrgyzstan boleh jadi lawan pembuka, tapi ada Taiwan dan Pakistan yang juga tak bisa dianggap enteng.
Peta Kekuatan Grup D: Siapa yang Paling Berbahaya?
Kyrgyzstan : Lawan perdana dan dinilai paling ringan. Namun tetap harus dihadapi dengan penuh fokus.
Taiwan (Chinese Taipei) : Tim paling berbahaya di grup. Unggul dalam pengalaman dan peringkat FIFA.
Pakistan : Minim pengalaman di ajang Asia. Potensi kemenangan besar untuk Indonesia.
Mengapa laga ini krusial? Karena hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2026 yang digelar 1–26 Maret 2026 di Australia.
Bagi Indonesia, yang belum pernah tampil di turnamen elite ini, kemenangan adalah batu loncatan menuju sejarah.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyadari hal tersebut.
Dia menegaskan pentingnya konsentrasi di partai pertama dan menyatakan dukungan penuh untuk Garuda Pertiwi, tanpa menambahkan beban berlebih.
“Tim ini muda, semangatnya luar biasa. Kami ingin mereka berkembang alami,” ucap Erick.
So, Timnas Putri Indonesia akan bermain bukan hanya demi tiga poin, tetapi demi harga diri dan mimpi besar: lolos ke Piala Asia, bahkan membuka jalan menuju Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil.
Semua mata tertuju ke Indomilk Arena malam ini. Dan Garuda Pertiwi tahu: menang di kandang adalah harga mati. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama