RADARTUBAN – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan strategi di balik penentuan Kuwait dan Lebanon sebagai lawan uji coba Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday September 2025.
Pertandingan ini dinilai penting sebagai persiapan menghadapi tantangan besar di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat ini, skuad Garuda masih berjuang keras untuk meraih tiket menuju putaran final Piala Dunia.
Di bawah komando pelatih Patrick Kluivert, Timnas Indonesia berhasil lolos ke babak keempat kualifikasi setelah menduduki peringkat keempat grup C pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026.
Pada fase selanjutnya, tim yang diperkuat pemain seperti Jay Idzes ini akan berhadapan dengan sejumlah tim kuat dari kawasan Timur Tengah yang juga berambisi melangkah ke Piala Dunia.
Selain Indonesia, lima tim lain yang akan bersaing di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia adalah Arab Saudi, Qatar, Irak, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Jadwal dan lawan-lawan Timnas Indonesia di babak keempat akan ditentukan melalui pengundian yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17 Juli mendatang.
Pertandingan pada fase ini direncanakan berlangsung di Arab Saudi dan Qatar pada Oktober 2025.
Mempersiapkan Diri Menghadapi Gaya Tim Timur Tengah
FIFA Matchday September 2025 menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk menguji kekuatan sebelum bertanding di babak krusial kualifikasi.
Erick Thohir menegaskan, pemilihan Kuwait dan Lebanon sebagai lawan uji coba bukan tanpa alasan.
"(Alasan Timnas Indonesia menantang Kuwait Lebanon) karena lawan-lawan tanding kita di ronde keempat semua negara sana (Timur Tengah), dan tuan rumah pula" ujar Erick Thohir, seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (5/7).
Profil Kuwait dan Lebanon di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kuwait dan Lebanon sebenarnya juga pernah bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Namun, Kuwait gagal melaju setelah finis di dasar grup B pada putaran ketiga, sementara Lebanon harus terhenti di babak kedua.
Pertandingan uji coba melawan kedua tim tersebut rencananya akan digelar di Surabaya, Jawa Timur.
Erick Thohir mengungkapkan, pemilihan Surabaya sebagai lokasi pertandingan juga memiliki pertimbangan khusus.
Dia mengatakan jika sengaja menggelar laga di Surabaya karena cuacanya yang panas, mirip dengan kondisi di Timur Tengah.
Ini akan membantu pemain beradaptasi dengan lingkungan yang serupa saat bertanding nanti.
Dengan persiapan matang ini, Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil maksimal dalam menghadapi tantangan besar di babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama