David Elleray dan Ratu Tisha Buka Workshop Hukum Sepak Bola: ILeague Siapkan Revolusi Fair Play Jelang Super League 2025/26

Tulus Widodo • Dipublikasikan Minggu, 13 Juli 2025 | 13:39 WIB
ILeague Gelar Workshop IFAB Law of the Game untuk Liga Indonesia 2025/26
ILeague Gelar Workshop IFAB Law of the Game untuk Liga Indonesia 2025/26

RADARTUBAN – Dalam langkah berani menyambut musim kompetisi Super League 2025/26, ILeague resmi menggelar Law of the Game Workshop sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan menyelaraskan standar permainan dengan regulasi internasional.

Workshop yang digelar Sabtu (12/7) itu menghadirkan langsung Direktur IFAB asal Inggris, David Elleray, serta Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, Direktur ILeague, dan jajaran Komite Wasit sebagai pembicara utama.

Langkah ini disebut-sebut sebagai pondasi strategis untuk menyongsong era baru sepak bola Indonesia yang lebih modern, transparan, dan profesional.

Workshop ini bertujuan untuk memastikan seluruh perangkat pertandingan — dari wasit hingga ofisial tim — memahami dan mengimplementasikan pembaruan Law of the Game yang telah ditetapkan oleh IFAB secara seragam di lapangan.

David Elleray, sebagai tokoh sentral di balik perumusan aturan sepak bola dunia, menyampaikan pentingnya edukasi dan konsistensi dalam penegakan aturan.

“Keseragaman interpretasi menjadi kunci dari integritas pertandingan. Saya sangat mengapresiasi langkah progresif dari ILeague dan PSSI dalam menyelaraskan aturan lokal dengan standar internasional,” ujar David dalam sesi pembukaan.

Sementara itu, wakil ketua umum PSSI Ratu Tisha menegaskan bahwa workshop ini bukan hanya soal aturan, tapi juga mentalitas baru dalam mengelola pertandingan.

“Kami ingin membentuk budaya sepak bola yang adil dan berintegritas tinggi. Edukasi semacam ini adalah bentuk konkret dari komitmen kami terhadap profesionalisme,” tegasnya.

Pihak ILeague menyambut antusias kehadiran tokoh-tokoh penting dunia sepak bola dan menyebut kegiatan ini sebagai titik balik dalam pengelolaan kompetisi tanah air.

“Kami ingin Super League 2025/26 tidak hanya menarik dari sisi persaingan klub, tapi juga dari kualitas tata kelola pertandingan. Ini langkah awal menuju cita-cita itu,” ujar Direktur ILeague.

BRI Super League 2025/26 yang akan digelar dalam waktu dekat diharapkan menjadi era baru kompetisi sepak bola nasional.

Dengan fondasi regulasi yang kuat dan pemahaman bersama tentang Law of the Game, atmosfer pertandingan diyakini akan lebih fair, kompetitif, dan disegani secara internasional.

ILeague tak hanya bicara konsep, tapi mengeksekusi langkah nyata demi membentuk kompetisi yang bersih dan berstandar global.

Semoga inisiatif semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadikan sepak bola Indonesia tak hanya meriah di tribun, tapi juga berkelas di aturan main. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Radar Tuban
workshop wasit ILeague Law of the Game Workshop David Elleray PSSI Super League Fair Play Sepak Bola Indonesia ifab ratu tisha Liga indonesia