RADARTUBAN — Dunia sepak bola dikejutkan oleh keputusan tegas UEFA: Stadion San Siro di Milan tidak layak untuk menjadi salah satu dari lima venue Italia dalam gelaran EURO 2032, yang akan diselenggarakan bersama Turki.
Dalam laporan resmi yang dikutip Gazzetta dello Sport, UEFA menyatakan bahwa infrastruktur San Siro yang menjadi kandang dua klub Serie A, AC Milan dan Inter Milan, tidak memenuhi standar modern.
Khususnya dalam aspek tata kelola fasilitas, akses VIP, hingga layanan penunjang seperti food & beverage dan logistik stadion.
Saat ini, Allianz Stadium di Turin — kandang Juventus — menjadi satu-satunya stadion di Italia yang langsung memenuhi syarat sebagai venue EURO 2032 tanpa perlu renovasi besar.
Sementara Stadion Olimpico Roma, Artemio Franchi (Florence), Renato Dall’Ara (Bologna), dan San Siro (Milan) dinyatakan memerlukan perombakan signifikan atau pembangunan ulang.
Menurut Michele Uva, Direktur UEFA asal Italia, tantangan utama bukan hanya fisik stadion, melainkan lambannya birokrasi dan minimnya progres pembangunan infrastruktur penunjang.
“Renovasi besar saja tidak cukup. Kita bicara soal transformasi menyeluruh, bukan tambal sulam,” ujar Uva.
UEFA menyarankan pendekatan visioner: bangun stadion baru di area San Siro, alih-alih mencoba menyelamatkan bangunan lama yang dinilai "sudah lewat masa emasnya."
Solusi ini dianggap lebih efisien dan berorientasi masa depan dibandingkan melakukan renovasi parsial yang rawan gagal secara teknis dan waktu.
Proyek stadion baru sebenarnya telah lama digaungkan oleh dua penghuni San Siro — AC Milan dan Inter Milan — namun terganjal oleh tarik-ulur birokrasi pemerintah daerah dan konflik warisan sejarah.
Tenggat UEFA Kian Dekat, Italia Dibayangi Ancaman Denda & Pengurangan Kuota
Italia dan Turki secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah bersama Euro 2032 oleh UEFA pada Oktober 2023.
Masing-masing negara dijatah lima stadion.
Namun dengan belum adanya kepastian stadion layak di Milan, Florence, dan Bologna, Italia kini berisiko gagal memenuhi kuota.
Jika progres pembangunan tidak dipercepat, Italia berpotensi kehilangan slot stadion.
Bahkan bisa mengakibatkan sanksi administratif dari UEFA — termasuk pengalihan venue ke negara cadangan.
Apakah ini sinyal akhir era bagi stadion ikonik San Siro?
Atau justru awal dari kelahiran megastruktur sepak bola modern di kota Milan? Yang jelas, waktu kian menipis, dan UEFA tak akan menunggu lama. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama