RADARTUBAN – Menjelang kick-off BRI Super League 2025/2026, operator kompetisi I.League bergerak cepat mempersiapkan fondasi profesionalisme yang lebih kokoh.
Lewat gelaran Workshop Local Organizing Committee (LOC), I.League menegaskan komitmennya untuk menghadirkan liga yang lebih modern, aman, dan sesuai standar sepak bola internasional.
Digelar menjelang pembukaan musim baru, kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur penyelenggara pertandingan: mulai dari LOC Chairman, Safety & Security Officer, hingga General Coordinator.
Mereka mendapat pembekalan menyeluruh tentang standar operasional terbaru, dengan fokus utama pada keamanan, integritas, dan efisiensi manajemen pertandingan.
I.League menyadari bahwa kemajuan liga domestik tidak bisa dilepaskan dari konsistensi pelaksanaan pertandingan yang terorganisir dan aman.
Karena itu, workshop ini tak main-main: menghadirkan narasumber dari berbagai level—dari FIFA hingga Kemenpora RI—yang menyampaikan materi berbobot sekaligus membuka ruang konsolidasi antarklub.
“Kompetisi yang modern harus ditopang oleh manajemen pertandingan yang disiplin, profesional, dan taat pada protokol keamanan,” ujar salah satu peserta workshop.
Workshop ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang menjadi pilar pembentukan ekosistem sepak bola yang aman dan terukur:
1. FIFA – Mashar Ahmed
2. AFC – Rahul Parashar
3. PSSI, Bidang Keamanan – Rudi Yulianto
4. Safety & Security Officer PSSI – Adi Nugroho
5. Ditpamobvit POLRI – KBP Sigit Haryono
6. Baintelkam POLRI – KBP Yosef Sriyono
7. Stamaops Mabes POLRI – KBP Tri Atmodjo
8. Deputi Olahraga Profesional KEMENPORA RI – Dr. Yusup Suparman
Para pembicara memberikan gambaran tentang best practice pengamanan pertandingan di level internasional, serta bagaimana adaptasi operasional bisa dilakukan di Indonesia dengan tetap menghargai konteks lokal dan tantangan khas lapangan.
Tak hanya sekadar sosialisasi prosedur, forum ini juga menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan musim lalu. Beberapa topik yang dibedah antara lain:
Pemetaan risiko keamanan pertandingan
Prosedur evakuasi dan mitigasi konflik suporter
Penerapan teknologi pendukung operasional (e-ticketing, CCTV, dll)
Peran aktif koordinasi antar-LOC dan stakeholder keamanan
Hal ini sejalan dengan misi I.League untuk menghilangkan stigma liga lokal yang semrawut dan mengarahkannya menuju kompetisi berstandar FIFA-AFC.
Langkah strategis ini mencerminkan keseriusan I.League membangun kompetisi domestik yang tak hanya menjadi tontonan, tapi juga tatanan industri.
PSSI dan Kemenpora juga menegaskan dukungan mereka terhadap inisiatif yang berdampak langsung pada penguatan tata kelola pertandingan.
Dari pengelolaan keamanan stadion, protokol kedatangan tim, hingga standar profesional bagi koordinator pertandingan—semua disusun untuk mengangkat pamor BRI Super League di mata nasional maupun internasional.
Dengan kick-off hanya tinggal hitungan pekan, bola kini berada di tangan setiap klub dan perangkat pertandingan.
Workshop ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen bersama bahwa BRI Super League 2025/26 bukan hanya musim baru—tapi babak baru bagi profesionalisme sepak bola Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni