RADARTUBAN – Emerson Royal nyaris berseragam Besiktas, semua sudah beres—mulai kesepakatan pinjaman, gaji, hingga tes medis yang dijadwalkan. Tapi hanya dalam hitungan dua jam, semuanya berubah total.
Jurnalis yang juga pakar transfer terkemuka Fabrizio Romano menyebut klub Brasil Flamengo datang dengan tawaran mendadak, menggoda sang pemain untuk berbalik arah.
Inilah drama transfer yang penuh tikungan tajam: dari Istanbul, belok ke Rio de Janeiro.
Semua dimulai dua hari lalu, ketika AC Milan dan Besiktas mencapai kata sepakat untuk meminjamkan Emerson Royal ke klub raksasa Turki tersebut. Formatnya jelas:
Status: Pinjaman
Opsi pembelian permanen: €10 juta
Gaji: Ditanggung Besiktas
Tes medis & dokumen: Sudah dijadwalkan
Semua pihak sepakat. Bahkan, Emerson sudah bersiap terbang ke Turki.
Hanya dua jam setelah semua selesai, Flamengo muncul. Klub elite Brasil itu langsung menghubungi Emerson Royal dan juga Milan.
Dalam waktu singkat, pihak Emerson memberikan sinyal positif kepada Flamengo.
Negosiasi pun dipercepat. Bahkan, diskusi intensif terjadi sebelum jam makan malam antara pihak Flamengo, Milan, dan Emerson.
Meski proses dengan Flamengo belum tuntas, Besiktas secara mengejutkan memutuskan mundur dari kesepakatan.
Keputusan itu datang langsung dari Presiden Besiktas, yang kabarnya enggan klubnya dijadikan bagian dari drama tawar-menawar antarklub.
Sikap ini membuat transfer Emerson Royal ke Besiktas resmi batal total, meski hanya selangkah lagi diumumkan.
Kini, Flamengo sedang dalam pembicaraan langsung dengan Milan. Direktur olahraga mereka, José Boto, memimpin negosiasi untuk membawa Emerson Royal pulang ke tanah Brasil.
Informasi dari sumber terpercaya menyebutkan bahwa Flamengo sudah sepakat secara personal dengan Emerson. Dan, Milan masih menunggu kesepakatan final untuk nilai transfer permanen.
Kisah Emerson Royal ini jadi bukti bahwa di bursa transfer, segalanya bisa berubah dalam sekejap.
Satu saat seorang pemain tinggal selangkah lagi bergabung dengan klub, detik berikutnya dia bisa membelot ke tempat lain karena faktor negosiasi, keinginan pribadi, atau strategi klub.
Kini, Emerson tinggal selangkah lagi mengenakan seragam Flamengo. Tapi hingga tinta ditandatangani, semua masih mungkin berubah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni