RADARTUBAN – Proses naturalisasi dua pemain keturunan calon penggawa Timnas Indonesia kembali memasuki babak penuh teka-teki.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara gamblang menyebut bahwa kelengkapan dokumen menjadi kendala utama yang membuat pengumuman resmi belum bisa dilakukan.
“Saya belum bisa spill karena suratnya belum masuk,” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/7). “Kami di PSSI menjaga agar proses ini tetap sesuai prosedur,” sambungnya.
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi liar di publik soal siapa dua nama yang akan menyusul jejak naturalisasi seperti Thom Haye, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick.
Namun Erick memastikan, keduanya menunjukkan niat tulus membela Merah Putih.
“Prototipe yang kita sudah sukses jalani selama ini bahwa mereka bergabung karena kecintaan… bukan karena alasan komersial,” tegas Erick.
Meski dua nama itu belum bisa diumumkan, satu calon pemain, yakni Mauro Zijlstra, sudah berada di ambang resmi.
Striker muda FC Volendam itu dijadwalkan akan rampung proses naturalisasi dan resmi didaftarkan pada Agustus 2025.
Zijlstra diplot memperkuat skuad Garuda Muda U-23 yang bakal berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada 3–9 September 2025.
Menariknya, dua pemain lain yang belum disebut namanya ditargetkan bisa menyusul Zijlstra di waktu yang sama.
Erick bahkan siap menemui Presiden Prabowo demi mempercepat penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai bagian penting dari proses administrasi naturalisasi.
Lebih lanjut, Erick menepis narasi bahwa PSSI hanya berburu pemain kelas satu Eropa.
Mantan bos Inter Milan itu menyebut bahwa penilaian tidak melulu soal popularitas atau level liga, melainkan kebutuhan tim, kesiapan mental, dan kemauan pemain itu sendiri.
“Kita tidak melihat mereka harus grade A. Tapi kita lihat kebutuhan, talent pool kita seperti apa, dan siapa yang betul-betul mau main untuk Indonesia,” kata Menteri BUMN itu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni