RADARTUBAN - Marcos Rojo diusir dari Boca Juniors setelah dikabarkan terlibat perselisihan sengit dengan pelatih Miguel Angel Russo.
Keputusan ini menjadi pukulan keras bagi Rojo, yang merupakan mantan bintang Manchester United, sekaligus menambah daftar persoalan yang tengah membelit klub raksasa Argentina tersebut.
Marcos Rojo, pemain yang telah membela Manchester United sebanyak 122 kali, bergabung dengan Boca Juniors sejak 2021.
Bersama tim asal Argentina itu, Rojo telah mengoleksi tiga trofi dan menjadi salah satu pilar pertahanan mereka.
Saat ini, skuad Boca juga diperkuat oleh tiga mantan pemain United lainnya, yakni Edinson Cavani, Ander Herrera, dan Sergio Romero.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, performa Boca Juniors merosot drastis.
Tim ini gagal menang dalam 11 laga terakhir di waktu normal dan tampil mengecewakan di ajang Piala Dunia Antarklub.
Bahkan, mereka hanya mampu bermain imbang melawan Auckland City, klub amatir asal Selandia Baru.
Puncaknya terjadi setelah kekalahan 0-1 dari Huracan di fase kedua Divisi Primera Argentina. Kekalahan tersebut menempatkan Boca di peringkat ke-13 Grup A setelah tiga pertandingan.
Di tengah suasana panas tersebut, ESPN melaporkan bahwa terjadi perselisihan serius antara Marcos Rojo dan pelatih Miguel Angel Russo.
Perseteruan itu berujung pada keputusan manajemen untuk mengasingkan Rojo dari tim utama.
Tidak hanya dikeluarkan dari tim utama, Rojo juga dilarang menggunakan ruang ganti di fasilitas latihan Boca. Langkah ini menunjukkan bahwa keputusan pelatih bersifat final dan tidak akan dicabut.
Rojo kini berada di posisi sulit, mengingat kontraknya masih berlaku hingga 31 Desember 2025.
Jika ingin melanjutkan karier di klub lain, ia harus segera mempertimbangkan pemutusan kontrak secara sepihak atau negosiasi transfer.
Kondisi Rojo semakin pelik karena hingga saat ini belum ada tawaran resmi dari klub lain.
Ia bahkan tidak dimainkan di tiga laga Boca di Piala Dunia Antarklub dan terakhir kali tampil pada bulan Mei saat Boca menang adu penalti melawan Lanus.
Marcos Rojo bukan satu-satunya pemain yang dijatuhi sanksi keras oleh manajemen Boca Juniors. Dua pemain lain, Cristian Lema dan Marcelo Saracchi, juga dikeluarkan dari tim utama dalam beberapa waktu terakhir.
Seperti Rojo, mereka tidak diizinkan menggunakan ruang ganti dan telah mencoba mencari jalan keluar dari klub namun belum berhasil.
Ketiganya kini terpinggirkan dari skuad utama dan berada dalam ketidakpastian.
Situasi ini memperburuk kondisi internal Boca Juniors yang sedang dalam tekanan untuk bangkit dari tren negatif.
Dalam upaya memperbaiki performa, Boca akan menjamu Racing Club di stadion La Bombonera pada Sabtu mendatang.
Laga ini menjadi momen penting bagi Miguel Angel Russo untuk menunjukkan bahwa keputusannya meminggirkan Marcos Rojo dan dua pemain lainnya dapat membawa dampak positif bagi tim.
Meski demikian, publik masih menyoroti bagaimana klub sebesar Boca Juniors bisa terjerumus dalam situasi seperti ini.
Apakah ini hasil dari konflik internal yang tak terselesaikan, atau justru kegagalan manajemen dalam menjaga stabilitas tim? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni