RADARTUBAN – Drama panas di balik layar bursa transfer AC Milan makin menggila.
Kali ini spotlight tertuju pada manuver mengejutkan sang CEO, Giorgio Furlani, yang secara diam-diam langsung menelepon Presiden Club Brugge, mem-bypass jalur resmi lewat direktur olahraga.
Langkah nekat ini dilakukan demi membuka kembali negosiasi transfer Ardon Jashari, gelandang muda Swiss yang jadi incaran Rossoneri musim panas ini.
Siapa tembok penghalang? Di balik lambatnya kesepakatan, ternyata ada dua nama penting yang disebut menjadi tembok keras: Bob Madou dan Devy Rigaux, duo direktur olahraga Club Brugge.
Madou bahkan juga menjabat sebagai CEO klub. Keduanya selama ini selalu jadi tangan dingin di balik transfer masuk dan keluar Brugge.
Tak heran, ketika Milan mencoba mendekati Jashari, negosiasi malah macet karena sikap kaku dua direktur ini—mereka diketahui lebih terbuka ke opsi klub-klub Liga Inggris dan Saudi Pro League yang menawarkan uang lebih besar.
Lalu siapa yang dilobi Furlani? Dialah Bart Verhaeghe, Presiden Club Brugge sekaligus figur berpengaruh di lingkaran elite sepak bola Eropa.
Furlani kabarnya langsung melakukan kontak pribadi ke Verhaeghe tanpa meminta izin tim scouting maupun direktur teknis Milan.
Hasilnya? Verhaeghe melunak. Dan pintu Milan untuk Jashari kembali terbuka.
Siapa Bart Verhaeghe?
Nama ini bukan sembarang presiden klub. Bart Verhaeghe telah menjabat sebagai Ketua Club Brugge NV sejak 2011.
Di bawah kepemimpinannya, klub Belgia itu mampu meraih juara Liga Belgia 6 kali, juara Coppa Belgia 1 kali, dan juara Piala Super Belgia 4 kali.
Selain itu, Club Brugge juga rutin lolos ke kompetisi Eropa setiap musim.
Lebih dari itu, Bart Verhaeghe juga Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia dan merupakan arsitek utama sukses Red Devils di Piala Dunia 2018 saat finis di posisi ketiga.
Di luar lapangan, Bart adalah pengusaha senior, aktif di dunia real estat, private equity, dan sektor nirlaba.
Dia menyandang gelar Master Hukum dari Universitas Leuven dan MBA dari Vlerick Business School.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Ardon Jashari sendirilah yang menjadi kunci terakhir kesepakatan. Ia bersikeras: “Saya hanya ingin ke Milan.”
Pemain 22 tahun itu bahkan menolak tawaran klub-klub kaya Liga Inggris dan Arab Saudi, dan berniat langsung bertemu dengan pemilik Club Brugge untuk mempercepat proses transfer.
Dengan tekad kuat dari Jashari dan Furlani yang sudah membuka jalur langsung ke pucuk pimpinan Club Brugge, tinggal selangkah lagi sang gelandang akan mendarat di San Siro. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama