Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gurita Bisnis Stan Kroenke: Pemilik Arsenal Senilai Rp 131,9 T, Dulu Dibenci Fans Kini Dipuja?

Tulus Widodo • Kamis, 7 Agustus 2025 | 05:05 WIB
Stan Kroenke, salah satu pemilik klub sepak bola terkaya di dunia versi Forbes.
Stan Kroenke, salah satu pemilik klub sepak bola terkaya di dunia versi Forbes.

RADARTUBAN — Nama Stan Kroenke memang tak pernah lepas dari sorotan publik sepak bola, khususnya para pendukung Arsenal.

Taipan asal Amerika Serikat itu sempat menjadi musuh bersama fans The Gunners karena dianggap terlalu berorientasi bisnis dan kurang peduli terhadap prestasi tim.

Namun, seiring meningkatnya performa Arsenal di Premier League dalam beberapa musim terakhir, narasi seolah mulai bergeser.

Berdasarkan laporan Forbes terbaru, total kekayaan bersih pria bernama lengkap Enos Stanley Kroenke ini mencapai £6,29 miliar atau sekitar Rp 131,9 triliun.

Angka yang menempatkannya sebagai salah satu pemilik klub sepak bola terkaya di dunia.

Namun, Kroenke bukan hanya seorang bos klub bola. Gurita bisnisnya merambah hampir seluruh industri olahraga elite Amerika.

Melalui perusahaan induk Kroenke Sports & Entertainment (KSE), dia memiliki berbagai tim papan atas dari beragam cabang olahraga: Los Angeles Rams (NFL), Denver Nuggets (NBA), Colorado Avalanche (NHL), hingga Colorado Rapids (MLS).

Sebuah portofolio yang membuatnya dijuluki raja olahraga Amerika.

Yang mengejutkan, kekayaan Kroenke bukan hanya berasal dari olahraga.

Forbes juga mencatat bahwa ia memiliki lebih dari 1,5 juta hektare lahan di AS dan Kanada.

Lahan-lahan ini mencakup properti peternakan, pertanian, hingga real estate premium. Menariknya lagi, pria berusia 77 tahun ini menikahi Ann Walton, salah satu pewaris jaringan retail raksasa Walmart—yang tentu makin mempertebal pundi-pundinya.

Sayangnya, reputasi Kroenke di kalangan fans Arsenal tak sebanding dengan kekayaannya.

Sejak mengakuisisi saham mayoritas Arsenal pada 2011 dan kemudian mengambil alih penuh pada 2018, ia kerap dikritik karena dinilai abai terhadap prestasi tim, minim investasi, dan terlalu pasif dalam membangun ambisi klub.

Bahkan, tagar #KroenkeOut sempat jadi trending topic global di media sosial.

Namun, narasi itu mulai berubah sejak Arsenal mengalami kebangkitan performa di era pelatih Mikel Arteta.

Dalam dua musim terakhir, The Gunners berhasil bersaing di papan atas Premier League, mengembangkan skuad muda potensial, dan kembali tampil kompetitif di Eropa. Sontak, kebencian publik mulai melunak.

“Selama tim menang dan main bagus, fans akan lebih ‘lunak’ kepada pemilik klub,” ujar analis sepak bola Sky Sports dalam ulasan mingguan mereka.

Meski begitu, sebagian fans menilai perbaikan bukan murni dari inisiatif Kroenke, melainkan dorongan dari sang anak, Josh Kroenke, yang kini lebih aktif terlibat dalam manajemen tim.

Josh kerap hadir dalam berbagai pertemuan dengan fans, mencoba membuka komunikasi yang selama ini tertutup.

Stan Kroenke jelas bukan tipe pemilik yang tampil di depan kamera atau aktif di media sosial.

Dia lebih memilih memainkan peran di balik layar, mengatur strategi lewat KSE sambil memperluas aset-asetnya di berbagai sektor.

Namun, satu hal yang pasti: performa Arsenal saat ini membuat citranya mulai dipoles ulang.

Apakah itu cukup untuk menghapus trauma fans terhadap masa lalu kelam manajemen Kroenke? Belum tentu.

Tapi selama The Gunners terus tampil tajam di lapangan dan meraih trofi, publik Emirates tampaknya bersedia memberi kesempatan kedua. Waktu akan jadi penentunya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Sepak Bola #stan kroenke #arsenal #the gunners