RADARTUBAN – Alvaro Morata resmi berseragam Como 1907, tetapi proses kepindahannya bukan perjalanan mulus.
Transfer striker timnas Spanyol ini nyaris batal di tengah jalan, lantaran klub Serie A yang dimiliki pengusaha Indonesia, keluarga Hartono itu harus membayar dua klub sekaligus: AC Milan dan Galatasaray.
Menurut laporan Sky Sport Italia, kesepakatan tercapai setelah negosiasi maraton antara tiga pihak.
Nilai total transfer diperkirakan mencapai 15–16 juta euro (sekitar Rp 265 miliar), dengan rincian Milan menerima 12 juta euro sebagai pemilik kontrak asli, sementara Galatasaray mendapat 3 juta euro plus bonus sebagai kompensasi melepas pemain pinjaman mereka.
Morata semula dipinjam Galatasaray dari Milan untuk musim 2024/25. Klub Turki itu awalnya enggan melepas sang striker tanpa kompensasi, mengingat kontribusinya yang cukup signifikan—7 gol dan 3 assist dari 16 laga di semua kompetisi.
Di sisi lain, Milan tetap ingin menerima nilai penuh transfer. Kondisi ini membuat negosiasi terhambat hingga Morata sendiri turun tangan, menekan agar kepindahannya ke Como segera terealisasi.
Magnet terbesar Como dalam saga transfer ini adalah Cesc Fabregas. Pelatih sekaligus mantan rekan setim Morata di timnas Spanyol itu menjadi alasan sang striker mau bergabung dengan klub Serie A tersebut.
Fabregas diyakini akan membangun skema permainan yang cocok dengan gaya Morata.
Bagi Como, transfer ini menjadi salah satu yang paling mahal dalam sejarah klub. Pemilik asal Indonesia menegaskan ambisinya menjadikan Como jadi penantang serius di Serie A.
Kesepakatan ini pun disebut sebagai win-win solution: Milan mendapatkan uang segar, Galatasaray tak rugi, dan Como memperoleh striker berpengalaman yang siap memimpin lini depan di musim penuh tantangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni