RADARTUBAN – Tahun 1995 menjadi momen bersejarah bagi sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya, trofi Ballon d’Or jatuh ke tangan pemain asal Afrika.
George Manneh Oppong Ousman Weah, penyerang asal Liberia yang kala itu membela Paris Saint-Germain dan AC Milan, mengukir tinta emas sebagai pesepak bola terbaik dunia.
Weah meraih 144 poin, unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Jürgen Klinsmann (108 poin).
Keberhasilan ini bukan hanya soal statistik, tapi juga soal perjalanan hidup yang penuh inspirasi.
Weah tumbuh di Monrovia, Liberia, di tengah keterbatasan, sebelum bakatnya membawanya menembus Eropa.
Ketajamannya bersama PSG dan Milan di musim 1994/1995 membuatnya tak terbendung di panggung internasional.
Klasemen Akhir Ballon d’Or 1995
1. George Weah – 144 poin (PSG / AC Milan)
2. Jürgen Klinsmann – 108 poin (Tottenham / Bayern Munich)
3. Jari Litmanen – 67 poin (Ajax)
4. Alessandro Del Piero – 57 poin (Juventus)
5. Patrick Kluivert – 47 poin (Ajax)
6. Gianfranco Zola – 41 poin (Parma)
7. Paolo Maldini – 36 poin (AC Milan)
8. Marc Overmars – 33 poin (Ajax)
9. Matthias Sammer – 18 poin (Borussia Dortmund)
10. Michael Laudrup – 17 poin (Real Madrid)
Prestasi Weah di 1995 menjadi bukti bahwa talenta besar bisa lahir dari mana saja.
Ia menjadi ikon, bukan hanya bagi Liberia, tapi juga seluruh benua Afrika. Weah menunjukkan bahwa mimpi besar bisa terwujud jika diiringi kerja keras dan dedikasi.
Hingga kini, belum ada lagi pemain Afrika yang mampu merebut Ballon d’Or. Nama Weah tetap harum, bahkan setelah gantung sepatu, ia melanjutkan perannya sebagai pemimpin negara, terpilih menjadi Presiden Liberia pada 2018.
Dengan pencapaian ini, George Weah tak hanya menulis namanya di buku sejarah, tapi juga di hati jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni