RADARTUBAN – Paris Saint-Germain (PSG) benar-benar menjelma menjadi mesin penghancur di sepak bola dunia sepanjang 2025.
Klub kaya asal Prancis itu sudah mengoleksi lima trofi besar hanya dalam kurun waktu delapan bulan, sebuah pencapaian yang membuat mereka selangkah lagi menuju tahun paling sempurna dalam sejarah klub.
Trofi kelima diraih pada Kamis (14/8) dini hari WIB, saat Les Parisiens mengalahkan Tottenham Hotspur lewat adu penalti 4-3 (2-2 waktu normal) di final UEFA Super Cup.
Kemenangan dramatis itu melengkapi koleksi gelar PSG yang sudah dimulai sejak awal tahun.
Daftar Trofi PSG Sepanjang 2025:
5 Januari – Trophée des Champions
PSG membuka tahun dengan manis, menekuk AS Monaco 1-0 lewat gol telat Ousmane Dembélé di menit 90+2.
17 Mei – Ligue 1
Dominasi mutlak di liga domestik: 34 laga, 26 menang, hanya 2 kalah, produktivitas 92 gol, dan koleksi 84 poin.
24 Mei – Coupe de France
Final dilibas tanpa ampun, Stade de Reims dipukul 3-0 lewat brace Bradley Barcola (16’, 19’) dan gol Achraf Hakimi (43’).
31 Mei – UEFA Champions League
Momen puncak kejayaan Eropa: PSG menghancurkan Inter Milan 5-0 di final. Hakimi (12’), Désiré Doué (20’, 63’), Khvicha Kvaratskhelia (73’), dan Senny Mayulu (86’) bergantian merobek gawang Nerazzurri.
13 Agustus – UEFA Super Cup
Laga penuh tensi tinggi kontra Tottenham. PSG tertinggal 0-2, lalu bangkit lewat Lee Kang-in (85’) dan Gonçalo Ramos (90+4’) sebelum memastikan gelar lewat adu penalti.
Satu-satunya noda di kalender PSG tahun ini adalah kekalahan 0-3 dari Chelsea pada final FIFA Club World Cup 13 Juli lalu.
Meski begitu, mereka masih punya peluang emas untuk menutup 2025 dengan enam trofi, jika mampu memenangi ajang FIFA Inter-continental Cup pada Desember mendatang.
“Kami belum selesai. Target kami adalah memenangi segalanya,” tegas pelatih PSG Luis Enrique usai laga Super Cup.
Dengan skuad bertabur bintang seperti Dembélé, Hakimi, Kvaratskhelia, Ramos, dan Lee Kang-in, Les Parisiens kini berada di jalur untuk mencatat tahun paling gemilang dalam sejarah sepak bola modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni