RADARTUBAN - Pertandingan antara Persija Jakarta melawan Malut United yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (23/8) berakhir dengan skor imbang 1-1.
Laga ini juga menyisakan kontroversi, terutama kritik keras dari pelatih Persija, Mauricio Souza, terhadap kinerja wasit Rio Permana Putra.
Souza menilai wasit kurang maksimal dalam memimpin pertandingan karena seringnya permainan terhenti akibat peluit yang ditiup terlalu sering. Hal ini membuat jalannya pertandingan tidak mengalir dan menyulitkan pemain untuk mempertahankan ritme permainan.
Kartu merah yang diterima oleh Ilham Rio Fahmi dari Persija pada menit ke-59 setelah pelanggaran keras kepada pemain Malut United menjadi salah satu titik penting dalam laga tersebut.
Meski bermain dengan 10 orang, Persija tetap berupaya keras mengejar ketertinggalan. Malut United berhasil unggul dulu lewat gol Yance Sayuri pada menit ke-72, tetapi Persija sukses menyamakan kedudukan melalui gol Maxwell Souza pada menit ke-82.
Souza menegaskan bahwa walaupun kartu merah tersebut adalah keputusan yang benar, ada beberapa keputusan wasit lain yang kurang tepat, termasuk pembatalan gol penalti untuk Persija yang dianulir setelah penggunaan VAR.
Menurut Mauricio Souza, Persija seharusnya bisa memaksimalkan peluang dan layak mendapatkan kemenangan pada pertandingan itu jika permainan tidak terlalu sering dihentikan oleh keputusan wasit.
Dengan hasil ini, Persija gagal memperpanjang rekor kemenangan mereka di BRI Super League musim 2025/2026, sementara Malut United berhasil memutus rekor kemenangan beruntun Persija dan merebut satu poin penting. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama