RADARTUBAN – Suporter merupakan “pemain ke-12” dalam sepak bola.
Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya peran suporter dalam sepak bola.
Lantas, bagaimana jika sebuah klub tanpa suporter. Setidaknya, itulah yang kini menjadi ancaman Persatu Tuban.
Salah satu perwakilan supporter Persatu, Akbar Bustami mengatakan, suporter telah melakukan banyak upaya untuk menyelamatkan Persatu.
Salah satunya, mendatangkan pihak yang dianggap mampu untuk mengelola tim kebanggaan wong Tuban ini.
Juga terus berupaya melakukan komunikasi dengan para pemegang saham, hingga hearing di DPRD.
Semua itu dilakukan agar Persatu kembali bangkit dan mentas di kompetisi sepak bola Indonesia.
‘’Jika upaya kami tidak kunjung membuahkan hasil, karena para pemegang saham tak kunjung memberikan kepastian, kami akan memboikot klub ini (Persatu, Red),’’ katanya.
Saat ini, terang Akbar, para suporter masih cukup bersabar dan menunggu niat baik dari para pemegang saham. ‘’Sebenarnya kami lelah dengan kondisi Persatu yang terus-terusan seperti. Setiap tahun pasti kasusnya sama—komunikasi selalu buntu dengan para pemegang saham,’’ ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Direktur PT Persatu Putra Tuban Fahmi Fikroni tak kunjung memberikan tanggapan terkait ancaman para suporter tersebut. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama