RADARTUBAN - Harry Kane kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa.
Bomber asal Inggris itu resmi mencatatkan rekor luar biasa: pemain tercepat yang mencapai 100 gol untuk klub top lima liga elite Eropa di abad ke-21.
Kane hanya butuh 104 pertandingan bersama Bayern Muenchen untuk menembus angka tiga digit tersebut.
Tambahan dua gol yang dicetak saat Bayern Muenchen menghajar Werder Bremen 4-0 pada lanjutan Bundesliga, Sabtu (27/9) dini hari menjadikan Kane melesat di posisi teratas.
Capaian itu melampaui dua nama besar yang selama ini dianggap tak tersentuh.
Raihan spektakuler itu bahkan melampaui dua legenda lain.
Cristiano Ronaldo butuh 105 laga untuk meraih 100 gol di Real Madrid, begitu pula Erling Haaland bersama Manchester City.
Kini, Kane berdiri di puncak rekor dengan selisih tipis, tapi cukup untuk menegaskan dominasinya sebagai predator gol paling efisien era modern.
Bukan Sekadar Rekor, tapi Pernyataan
Rekor ini terasa semakin istimewa karena dicetak Kane hanya dua tahun setelah meninggalkan Premier League.
Banyak yang sempat meragukan keputusannya hijrah dari Tottenham Hotspur ke Bayern pada musim panas 2023.
Tapi angka bicara lain: Kane tak hanya sukses beradaptasi, melainkan juga menjelma mesin gol paling efektif di Eropa.
“Ini bukan sekadar catatan statistik. Ini pernyataan bahwa Kane memang level dunia. Dia datang ke Bayern dengan beban ekspektasi, dan kini membuktikan dirinya lebih dari sekadar pembelian mahal,” tulis media Jerman Kicker.
Saingi Ronaldo dan Haaland
Yang membuat rekor ini semakin mencengangkan adalah nama-nama yang ditaklukkan.
Ronaldo—ikon Real Madrid dan pemegang lima Ballon d’Or—hanya bisa menempati posisi kedua.
Haaland, yang dikenal sebagai monster gol generasi sekarang, juga tertinggal. Fakta ini membuat rekor Kane semakin sahih untuk dikenang.
Statistik Squawka mencatat:
104 laga : Harry Kane (Bayern Muenchen)
105 laga : Cristiano Ronaldo (Real Madrid)
105 laga : Erling Haaland (Manchester City)
Masih Panjang Jalan Kane
Bagi Kane sendiri, ini baru awal. Kontraknya di Allianz Arena masih berlaku hingga 2026.
Dengan produktivitas gol yang tak menunjukkan tanda-tanda menurun, torehan 200 gol atau bahkan lebih bisa jadi target realistis sebelum kontrak habis.
Kini, publik tinggal menunggu apakah Kane mampu melengkapi rekor individunya dengan tambahan trofi bergengsi bersama klubnya.
Sebab bagi striker berusia 32 tahun itu, rekor pribadi hanyalah pelengkap, sementara trofi bersama Bayern adalah tujuan utama. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama