Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jejak Klub yang Pernah Boikot Liga Champions: Dari Chelsea hingga Manchester United

Bihan Mokodompit • Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:10 WIB
Ilustrasi bola dan trofi UEFA Champions League.
Ilustrasi bola dan trofi UEFA Champions League.

RADARTUBAN - Sepanjang perjalanan kompetisi antarklub terbesar di Eropa, tercatat ada sejumlah klub yang pernah memboikot Liga Champions karena berbagai alasan.

Dari tekanan federasi, situasi politik, hingga faktor ekonomi, kisah ini menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola benua biru.

Awal Mula European Cup dan Penolakan dari Britania

Kompetisi ini pertama kali digelar pada tahun 1955 dengan nama European Cup dan hanya diikuti oleh 16 juara liga domestik.

Namun, tidak semua negara menyambut positif. FA Inggris dan FA Skotlandia menolak konsep turnamen internasional tersebut karena enggan mengirim klub mereka bertanding melawan lawan dari luar negeri.

Keputusan itu membuat Chelsea, juara liga Inggris, terpaksa menarik diri dari edisi perdana. Hal serupa juga terjadi pada Aberdeen dari Skotlandia.

Akhirnya, Hibernian, yang hanya finis di posisi kelima, dipilih menjadi wakil pertama Britania di kancah Eropa.

BBC Sport mencatat bahwa pemilihan Hibernian dipengaruhi tur internasional mereka pada 1940–1950-an serta keberadaan lampu sorot di stadion yang membuat klub ini lebih dikenal.

Kisah Manchester United yang Tertahan

Tiga tahun setelah Hibernian tampil di semifinal, Manchester United sebenarnya mendapat undangan khusus untuk mengikuti musim 1958/59 pasca tragedi Munich.

Namun, langkah tersebut kembali digagalkan karena FA Inggris menolak partisipasi mereka. Keputusan ini memperpanjang daftar klub yang pernah menolak kesempatan berkompetisi di Eropa.

Faktor Politik dan Ekonomi yang Memengaruhi

Tidak hanya dari Britania, faktor politik juga memainkan peran besar.

Pada 1961, CCA Bucuresti asal Rumania mundur karena ditekan pemerintah setelah kekalahan telak negaranya dari Cekoslowakia.

Tahun 1969, enam klub Blok Timur sekaligus menarik diri karena konflik politik pasca invasi Soviet.

Kondisi serupa juga terjadi di Albania, Irlandia Utara, dan beberapa negara lain.

Klub dari wilayah tersebut bahkan mundur bukan hanya karena politik, tetapi juga masalah keamanan dan biaya perjalanan yang dianggap terlalu tinggi.

Warisan Sejarah bagi Liga Champions

Kisah para klub yang pernah memboikot Liga Champions menunjukkan bahwa kompetisi ini tidak hanya berkaitan dengan sepak bola semata, tetapi juga erat hubungannya dengan politik, keamanan, dan ekonomi.

Seiring waktu, European Cup berevolusi menjadi Liga Champions dengan format lebih modern, dan kini tidak ada lagi federasi besar seperti FA Inggris yang menolak partisipasi.

Dari Chelsea hingga Hibernian, dari Aberdeen hingga Manchester United, jejak sejarah mereka menjadi pengingat bahwa sepak bola Eropa pernah melewati masa penuh tantangan sebelum mencapai kejayaan seperti sekarang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Liga Champions #ekonomi #Inggris #Manchester United #European Car of The Year 2021 #chelsea