RADARTUBAN – Kapten sekaligus bek tengah Crystal Palace, Marc Guehi, dipastikan tidak akan memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada 30 Juni 2026.
Keputusan itu membuka peluang bagi sejumlah klub besar Eropa untuk berebut tanda tangannya di bursa transfer musim depan.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pelatih Palace, Oliver Glasner, sebagaimana dilaporkan jurnalis kenamaan Fabrizio Romano melalui akun X resminya.
“Marc Guehi akan meninggalkan Crystal Palace sebagai agen bebas pada Juni 2026 dan tidak akan menandatangani kontrak baru di klub. Kami ingin Marc bertahan, tetapi dia menginginkan sesuatu yang berbeda,” ujar Glasner.
Menurut laporan, Palace sudah mengajukan tawaran perpanjangan kontrak, namun Guehi menolaknya karena ingin mencari tantangan baru di luar klub London Selatan tersebut.
Keputusan itu berarti mulai 1 Januari 2026, pemain berusia 25 tahun itu bebas menandatangani pra-kontrak dengan klub di luar Inggris.
Kondisi ini tentu membuat banyak klub papan atas Eropa mulai bersiap untuk mendekati sang bek.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Guehi hampir pindah ke Liverpool dengan nilai transfer sekitar £35 juta, namun kesepakatan gagal terjadi hanya beberapa jam sebelum penutupan bursa lantaran Palace tak kunjung menemukan pengganti yang sepadan.
Kini, sejumlah klub elite seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen, Manchester City, dan Liverpool dikabarkan masuk dalam daftar peminat.
Dari laporan media Spanyol, Real Madrid disebut sebagai kandidat terkuat setelah target utama mereka, William Saliba, memilih memperpanjang kontrak di Arsenal.
Meski kontraknya masih tersisa dua tahun, Palace dikabarkan siap melepas Guehi pada Januari mendatang jika ada tawaran besar masuk, ketimbang kehilangan secara gratis pada akhir musim depan.
Di sisi lain, masa depan Oliver Glasner di kursi pelatih juga masih belum pasti. Kontraknya akan berakhir bersamaan dengan Guehi pada 2026.
“Kami berbicara hampir setiap hari dengan chairman Steve Parish. Yang penting adalah apakah visi kami untuk masa depan klub sejalan atau tidak,” kata Glasner.
Crystal Palace saat ini masih berjuang mempertahankan posisi di papan tengah klasemen Premier League.
Klub berharap stabilitas performa dapat terjaga di tengah potensi perubahan besar yang bisa terjadi pada akhir musim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni