Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Real Madrid Dinilai Kehilangan Arah, Barcelona Dipuji Sebagai Tim Paling Mematikan Musim Ini

Imanda Najwa Kirana Dewi • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 01:05 WIB
Perdebatan pengamat sepak bola tengah membahas tajam kondisi Real Madrid yang dianggap terpuruk, berbanding terbalik dengan kebangkitan Barcelona.
Perdebatan pengamat sepak bola tengah membahas tajam kondisi Real Madrid yang dianggap terpuruk, berbanding terbalik dengan kebangkitan Barcelona.

RADARTUBAN – Performa Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah kekalahan dari Barcelona memicu perdebatan sengit dalam episode terbaru Podcast Bola di kanal YouTube Kemal Palevi.

Dalam diskusi yang dipandu Kemal Palevi bersama pengamat sepak bola Bang Fuad dan Randy, keduanya menyebut skuad Real Madrid saat ini sebagai yang “terburuk di era modern” dan membedah penyebab kemerosotan sang raksasa Eropa secara lugas dan kritis.

Kemal Palevi memuji tajam kekuatan serangan Barcelona yang dinilainya tak terbendung musim ini.

“Setiap serangan Barcelona itu 80 persen berpotensi gol. Mereka bukan hanya menyerang, tapi meneror lawan,” ujar Kemal.

Dia menegaskan bahwa pola permainan Barcelona saat ini bukan sekadar soal strategi, melainkan refleksi dari identitas klub yang kembali ke akar, agresif, percaya diri, dan berani mengambil risiko.

Menurutnya, lawan bukan hanya menghadapi 11 pemain, tetapi menghadapi filosofi sepak bola yang sudah tertanam puluhan tahun.

Randy menegaskan kekuatan Barcelona dibangun dari keberanian Xavi Hernandez dalam mengandalkan pemain muda dan membangun proyek jangka panjang.

“Xavi menghidupkan kembali La Masia. Hansi Flick tinggal menyempurnakan. Tim ini bermain tanpa rasa takut,” ujarnya.

Real Madrid gagal membangun pondasi tim dan bergantung pada individu, bukan sistem. Kondisi ini membuat mereka dianggap tertinggal dari rival utama.

“Barcelona punya fondasi, punya arah. Madrid sekarang seperti kehilangan identitas,” tegas Bang Fuad.

Perbincangan memanas saat isu perlindungan pemain muda mencuat.

Kemal mengecam keras mental sebagian fans yang berharap pemain lawan cedera demi keuntungan timnya. “Lamine Yamal, Arda Güler mereka adalah masa depan sepak bola 10 tahun ke depan.

Fans harus dewasa. Kita menikmati bakat mereka, bukan berharap mereka tumbang,” kata Kemal.

Keduanya sepakat, tekanan hasil di industri sepak bola modern mengancam perkembangan mental pemain muda.

Toleransi dan dukungan fans menjadi penentu masa depan talenta akademi.

Inter Milan dinilai sebagai tim dengan sistem permainan paling komplit di Eropa saat ini. Rotasi pemain memungkinkan siapa pun mencetak gol.

“Bahkan bek seperti Alessandro Bastoni bisa maju dan tiba-tiba jadi striker. Itu kekuatan Inter,” ujar Rendy.

Kemal dan Bang Fuad menyimpulkan bahwa mental juara menjadi faktor utama dalam perebutan gelar, bukan sekadar permainan indah.

“Sejarah hanya mengingat tim yang mengangkat trofi, bukan tim yang bermain cantik tapi gagal menang,” tutup Kemal.

Pada akhirnya, sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah, melainkan bagaimana sebuah tim membangun harapan, menciptakan sejarah, dan menyatukan jutaan emosi dari para pendukungnya.

Perjalanan klub sebesar Real Madrid dan Barcelona mungkin terus berubah, tetapi satu hal tetap abadi, gairah para penonton yang menjadikan sepak bola lebih dari sekadar permainan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Real Madrid #Sepak Bola #kemal palevi #modern #Barcelona