RADARTUBAN - Kabar panas datang dari Turin. Igor Tudor didepak dari kursi pelatih Juventus.
Menurut laporan jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, keputusan itu disampaikan langsung kepada Tudor pada Senin pagi waktu setempat.
Pengganti sementara pun sudah disiapkan — Massimo Brambilla, pelatih Juventus Next Gen (tim U-23), akan memimpin skuad utama sampai klub menentukan sosok manajer baru.
Langkah drastis ini bukan tanpa alasan. Juventus sedang terpuruk di papan tengah Serie A.
Juve terdampar di posisi kedelapan klasemen sementara dengan hanya 12 poin dari 8 laga — tertinggal enam angka dari Napoli dan AS Roma di puncak.
Tim yang dulu dikenal sebagai Si Nyonya Tua kini justru kehilangan wibawa.
Permainan mereka tumpul di lini depan dan rapuh di pertahanan, seolah kehilangan arah sejak awal musim.
Tanda-tanda Kejatuhan Sudah Terlihat
Sinyal pemecatan sebenarnya sudah muncul dalam beberapa pekan terakhir.
Tiga laga terakhir di semua ajang yang berakhir dengan kekalahan, membuat tekanan dari tifosi makin membara.
Juventini menuntut perubahan di tubuh manajemen dan pelatih.
Tudor yang sebelumnya dianggap solusi cepat pasca era Allegri, ternyata gagal mengembalikan karakter Juventus yang solid dan efisien.
Strateginya dianggap kaku dan miskin kreativitas, membuat sejumlah pemain top seperti Dusan Vlahovic dan Francisco Conceicao tampak frustrasi di lapangan.
Era Brambilla: Taruhan atau Transisi?
Massimo Brambilla bukan sosok asing bagi publik Juve. Ia dikenal sukses mengorbitkan banyak pemain muda lewat tim Next Gen.
Namun memimpin skuad senior dengan ekspektasi setinggi Juventus jelas tantangan berbeda.
Sumber internal menyebut, manajemen memberi Brambilla mandat sementara sambil menimbang beberapa nama besar yang masuk radar, mulai dari Thiago Motta hingga Zinedine Zidane.
Kini sorotan tertuju ke laga berikutnya. Terdekat, Juventus bakal menjamu Udinese pada giornata ke-9 Serie A pada Kamis (30/10) mendatang.
Apakah Brambilla bisa jadi juru selamat, atau justru hanya pengisi kursi panas sementara sebelum revolusi besar benar-benar datang ke Turin?
Yang jelas, Juventus sedang berada di titik krisis. Bukan cuma soal hasil, tapi juga soal jati diri. (*)
Editor : Amin Fauzie