RADARTUBAN - Steven Gerrard telah mengkonfirmasi langkah terbarunya dalam dunia sepak bola: meskipun tmrssnsmenolak tawaran untuk kembali sebagai pelatih Rangers, dia kini akan bergabung sebagai analis di televisi.
Artikel ini akan mengulas keputusan dia, latar belakang dan kemungkinan arah karier selanjutnya.
Keputusan Baru: Steven Gerrard Kembali ke Dunia Media
Pada beberapa minggu setelah menolak kembali ke manajemen di Rangers, Steven Gerrard kini memilih untuk mengambil posisi sebagai analis di layar kaca.
Ia akan tampil dalam liputan Premier League untuk TNT Sports, membahas pertandingan antara Liverpool dan Aston Villa, bersama dua rekan lamanya, Steve McManaman dan Joe Cole.
Keputusan ini menandakan bahwa Steven Gerrard kembali dalam kapasitas yang berbeda, bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai pengamat dan analis, sambil tetap membuka pintu untuk “challenge” baru di masa depan.
Latar Belakang: Dari Penggawa hingga Pelatih
Steven Gerrard pensiun sebagai pemain profesional pada 2016 setelah pengalaman singkat di Amerika Serikat bersama LA Galaxy.
Ia kemudian memulai karier kepelatihan sebagai pelatih tim muda Liverpool.
Pada Juni 2018 ia diangkat sebagai pelatih kepala Rangers. Dalam musim ketiganya ia mengantar Rangers meraih gelar Liga Skotlandia tanpa terkalahkan, prestasi yang belum terjadi selama satu dekade.
Kesuksesan kepelatihan ini kemudian membawanya ke posisi manajerial di Aston Villa pada November 2021.
Namun, masa baktinya di Premier League hanya seumur jagung; ia diberhentikan setelah kurang dari setahun karena hanya meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan liga pertama.
Pekerjaan terakhir Steven Gerrard adalah bersama klub Arab Saudi, Al Ettifaq, yang kemudian ia tinggalkan atas kesepakatan bersama pada Januari tahun ini.
Mengapa Pilihan “Steven Gerrard Kembali” Lewat Media?
Keputusan Steven Gerrard kembali lewat peran pundit disinyalir sebagai langkah strategis.
Ia dikabarkan menghadapi tawaran untuk kembali memimpin Rangers menggantikan Russell Martin, namun waktu dan kondisi dianggap belum tepat. Dalam sebuah wawancara ia mengatakan:
“Saya merasa saat di Rangers, saya memiliki semua hal yang tepat [bersama Gary McAllister dan Michael Beale]. … “Saya ingin mencoba lagi suatu saat nanti. Saya ingin memperbaiki dan meningkatkan beberapa hal, lalu kembali dengan energi baru serta orang-orang yang berbeda di sekitar saya. … “Tapi, ada bagian dalam diri saya yang masih merasa punya urusan yang belum selesai, saya masih ingin kembali dan menghadapi beberapa tantangan menarik lainnya.”
Dengan kalimat tersebut, Steven Gerrard menyiratkan bahwa dirinya kembali ke dunia media bukan karena telah menutup pintu karier kepelatihan, melainkan sebagai bagian dari strategi untuk ‘mengisi waktu’, menikmati keluarga serta mempersiapkan langkah selanjutnya.
Ia tetap membuka kemungkinan untuk kembali ke manajemen kapan pun kesempatan tepat datang.
steveBaca Juga: Hasil dan Drawing Kualifikasi Liga Champions 2025 : Malmo, Rangers, hingga Benfica Lolos, Siapa Lawan Mereka di Round 3?
Perspektif dan Tantangan ke Depan
Dengan “Steven Gerrard kembali” ke layar media ini, kita menyaksikan seorang legenda sepak bola memilih jalur berbeda sebelum benar-benar kembali ke meja latihan. Beberapa poin penting yang patut dicermati:
• Ia menghormati proses dan lingkungan pendukung manajerial sebelum terjun kembali, menunjukkan pendekatan yang lebih matang.
• Memang benar bahwa keputusan untuk kembali sebagai pelatih atau memilih jalur lain dalam manajemen sepak bola memerlukan ‘tim kerja’, moment yang tepat, dan visi jangka panjang.
• Bagi klub yang mempertimbangkan untuk mempekerjakannya, pilihan ini bisa dianggap sebagai sinyal bahwa Steven Gerrard kembali dengan kesiapan baru, bukan sekadar karena nostalgia.
• Dari sisi media, kehadirannya sebagai analis menambah kredibilitas sekaligus memberi gambaran bahwa dunia kepelatihan tetap menarik baginya, sehingga aura “Steven Gerrard kembali” masih hidup dan bisa menjadi nilai jual.
“Steven Gerrard kembali” bukan hanya soal kembali ke manajemen, tetapi juga tentang kembali ke pusat perhatian melalui jalur yang berbeda: media.
Ia mengambil waktu untuk mengevaluasi, menikmati proses, dan bersiap untuk tantangan berikutnya.
Bagi penggemar sepak bola, ini menandakan bahwa pintu untuk kembalinya Steven Gerrard sebagai pelatih tetap terbuka, hanya menunggu detik dan kondisi yang tepat.
Dengan demikian, keputusan ini dianggap sebagai langkah bijak: menjaga reputasi, mengasah visi, dan tetap berada di radar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni