RADARTUBAN – Rivalitas abadi di lapangan tak lagi menghalangi kerja sama strategis di luar rumput hijau.
Dilansir dari acmilan.com, dua raksasa Serie A, AC Milan dan FC Internazionale Milano, resmi menandatangani akta jual beli dengan Pemerintah Kota Milan untuk mengakuisisi San Siro Great Urban Function, mencakup Stadion Giuseppe Meazza dan kawasan sekitarnya.
Langkah monumental ini menandai babak baru bukan hanya bagi kedua klub, tetapi juga bagi wajah kota Milan.
Setelah puluhan tahun menjadi simbol persaingan sengit, kini Milan dan Inter bersatu dalam proyek raksasa pembangunan stadion baru dan revitalisasi kawasan San Siro.
Di balik kesepakatan ini, ada ambisi besar: menjadikan area legendaris itu sebagai ikon arsitektur baru yang menyaingi Camp Nou dan Bernabéu versi Milan.
RedBird dan Oaktree: Dua Kekuatan di Balik Transformasi
Proyek ini digerakkan oleh dua pemilik berpengaruh: RedBird Capital (pemilik AC Milan) dan Oaktree Capital Management (pengendali Inter Milan).
Keduanya satu visi — membangun stadion yang tak sekadar megah, tapi juga berkelanjutan dan ekonomis jangka panjang.
Pendanaan proyek dijamin lewat kolaborasi lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs dan J.P. Morgan, dengan dukungan bank domestik Banco BPM dan BPER Banca.
Transaksi dilakukan melalui entitas khusus, Stadio San Siro S.p.A., yang akan menjadi motor utama pengelolaan kawasan ini.
Stadion Baru, Napas Baru Milan
Desain dan pengembangan stadion dipercayakan pada Foster + Partners dan MANICA, dua nama besar di dunia arsitektur olahraga yang sebelumnya menangani proyek megastadion di London, Qatar, hingga Las Vegas.
Stadion anyar itu dijanjikan memenuhi standar internasional tertinggi—ramah lingkungan, berteknologi tinggi, dan terbuka bagi publik sepanjang tahun.
Tak hanya itu, proyek juga akan mencakup pusat olahraga, ruang budaya, hingga area hijau publik yang menjadikan San Siro sebagai “jantung baru kota Milan”.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Transformasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi simbol evolusi dua klub bersejarah menuju era industri sepak bola modern.
Di balik rivalitas Derby della Madonnina, Milan dan Inter kini berdiri sejajar untuk satu tujuan: menjadikan kota mode itu juga sebagai kota stadion terbaik di dunia.
“Ini bukan sekadar investasi, tapi komitmen untuk masa depan olahraga dan budaya Milan,” tulis pernyataan resmi klub.
San Siro yang selama ini dikenal dengan dentuman suporter, sebentar lagi akan berubah wajah.
Tapi satu hal pasti: gemuruhnya tak akan pernah hilang — hanya berganti menjadi gema era baru. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni