RADARTUBAN – Serie A Italia pekan ke-11 menutup akhir pekan dengan aroma klasik: kejutan, tekanan, dan drama di papan atas.
Di saat Inter Milan dan AS Roma melaju kencang, dua rival beratnya, AC Milan dan Napoli, justru tersandung di jalur yang sama.
Inter mempertegas status mereka sebagai penguasa baru. Bermain di Giuseppe Meazza, Lautaro Martínez cs menang meyakinkan 2-0 atas Lazio.
Hasil yang mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen dengan 24 poin dan selisih gol +14.
Tepat di bawahnya, Roma asuhan Gian Piero Gasperini juga tampil menggigit—menumbangkan Udinese 2-0 dan menempel ketat dengan poin sama, hanya kalah produktivitas.
Milan Kembali Kehilangan Taji
Sementara itu, Milan kembali kehilangan taji. Bertandang ke Parma, Rossoneri harus puas berbagi angka 2-2, setelah sempat unggul dan gagal menjaga konsistensi permainan.
Napoli malah lebih parah—dipermalukan Bologna 2-0 di Renato Dall’Ara. Kekalahan itu membuat mereka kini tercecer di posisi empat.
Baca Juga: Jamie Vardy Hebohkan Serie A! Cetak Gol di Usia 38 Tahun, Fans Italia Langsung Jatuh Hati
Como - Sassuolo Panaskan Papan Tengah
Di papan tengah, Sassuolo jadi cerita tersendiri. Tim hijau-hitam membungkam Atalanta 3-0 di Bergamo, hasil yang sekaligus memanaskan isu pemecatan Ivan Jurić.
Sassuolo kini naik ke peringkat delapan dengan 16 poin. Tim yang diperkuat kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes itu satu strip di bawah Como yang terus tampil mengejutkan musim ini.
Como 1907 yang mayoritas sahamnya dimiliki Bos Djarum itu sementara berada di peringkat 7 dengan koleksi 18 poin.
Juventus Tercecer di Peringkat 6
Melihat tabel, Serie A kini seperti panggung dengan dua kutub: Di atas, Inter dan Roma sama-sama menggigit, seperti dua gladiator berebut mahkota.
Di bawahnya, Napoli dan Milan mulai kehilangan taring, tersengal dalam ritme persaingan yang brutal.
Sementara, Juventus juga masih tercecer di peringkat 6. Si Nyonya Tua baru mengoleksi 19 poin, berada satu tingkat di bawah Bologna yang mengumpulkan 21 poin.
Dan jika tren ini berlanjut, Italia musim ini bisa menyaksikan babak baru—bukan sekadar soal siapa juara, tapi siapa yang paling tahan hidup dalam tekanan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni