Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Milan Menang di Kandang Torino : Tiga Gol, Tiga Poin, dan Sinyal Kuat Scudetto Serie A

Tulus Widodo • Selasa, 9 Desember 2025 | 15:29 WIB
Kemenangan 3-2 atas Torino mengantar Milan ke posisi teratas Serie A
Kemenangan 3-2 atas Torino mengantar Milan ke posisi teratas Serie A

RADARTUBAN – Milan tidak menang dengan cara romantis di Turin, tapi inilah kemenangan yang paling disukai pelatih Massimiliano Allegri dan Milanisti : efektif, tahan banting, dan punya dampak langsung ke klasemen.

Skor 3-2 atas Torino, Selasa (9/12) pagi WIB, bukan sekadar tiga poin. Ini soal pernyataan.

Torino sempat terlihat akan mengunci pertandingan. Penalti Nikola Vlasic di menit ke-10 disusul gol Duvan Zapata pada menit ke-17 membuat publik Olimpico Grande terpancing percaya diri.

Milan tertinggal, juga tertekan atmosfer. Tapi pertandingan belum selesai—bahkan baru dimulai.

Adrien Rabiot memecah kebuntuan Milan di menit ke-24. Bukan gol indah, tapi gol penting. Gol yang memulihkan keseimbangan emosi tim.

Setelah itu, Milan mengambil alih kendali, bukan lewat teriakan, melainkan lewat sepak bola.

Baca Juga: Thiago Silva Kembali ke AC Milan: Isyarat Comeback Sensasional di Akhir Karier

Milan Dominasi Penguasaan Bola

Statistik berkata jujur. Milan menguasai 64 persen penguasaan bola, mencatat 548 operan dengan akurasi 89 persen. Torino? Hanya 36 persen penguasaan dan 251 operan. Ini bukan kebetulan, ini dominasi struktural.

Christian Pulisic lalu mencuri panggung. Dua gol di menit ke-67 dan 77 mengubah arah cerita. Bukan sekadar brace, melainkan bukti kapasitas Milan menyelesaikan laga saat momen krusial datang.

Dari 16 tembakan, enam tepat sasaran, Milan memaksimalkan tekanan menjadi hasil konkret.

Torino memang lebih agresif dalam duel—17 pelanggaran dibanding lima milik Milan—namun agresivitas tanpa kontrol hanya memperpendek napas. Milan lebih tenang, lebih rapi, dan lebih tahu kapan harus menusuk.

Rossoneri Melesat Capolista

Kemenangan ini mengangkat Milan ke puncak klasemen Serie A dengan 31 poin dari 14 laga, sejajar Napoli, namun unggul dalam selisih gol.

Rival sekota, Inter Milan berada di peringkat ke-3 dengan koleksi 30 poin. Disusul AS Roma melengkapi empat besar dengan koleksi 27 poin.

Juventus? Si Nyonya Tua sementara tertahan di peringkat 7 dengan koleksi baru 23 poin. Posisinya di bawah Bologna dan Como 1907, yang masing-masing sudah mengoleksi 25 dan 24 poin.

Rossoneri melesat ke puncak, sebagian besar karena konsistensi Milan di laga-laga “tidak nyaman” seperti ini.

Yang menonjol bukan hanya skor, melainkan karakter. Milan kebobolan dua gol, tertinggal cepat, tapi tidak panik. Ini tim yang paham bahwa liga tidak dimenangkan lewat pesta, melainkan lewat ketahanan.

Di Turin, Milan memperlihatkan kualitas juara: menguasai bola, menguasai tempo, dan menguasai nasib sendiri. Tidak selalu indah. Tapi sangat nyata. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AC Milan vs Torino #AC Milan #serie A #massimiliano allegri #Torino #jeventus #scudetto #rossoneri