RADARTUBAN - Cedera Eder Militao kembali menjadi isu sentral bagi Real Madrid, terutama karena jadwal kompetisi yang semakin padat dan kondisi tim yang tidak ideal.
Laporan resmi klub menyebut bek tengah Brasil itu mengalami robekan pada tendon biceps femoris di paha kiri, membuatnya harus menepi hingga April.
Kondisi ini menambah daftar persoalan yang harus segera diatasi oleh Xabi Alonso, yang tengah berjuang memperbaiki performa tim di Liga Spanyol.
Situasi Cedera Eder Militao pun memberi tekanan tambahan pada komposisi lini belakang Los Blancos.
Baca Juga: Real Madrid Tersungkur di Bernabéu, Alarm Keras Jelang Hadapi Manchester City
Diagnosa Cedera yang Menghambat Stabilitas Tim
Cedera Eder Militao terjadi dalam kekalahan 0–2 Real Madrid dari Celta Vigo.
Dalam sebuah duel sprint mengejar Pablo Durán, sang bek tiba-tiba terjatuh sambil memegangi bagian belakang paha kiri.
Tim medis sempat menanganinya di lapangan, namun Militao akhirnya berjalan tertatih ke ruang ganti pada menit ke-24.
Pemeriksaan lanjutan memastikan adanya ruptur tendon pada area proksimal paha kiri, membuat masa pemulihannya diperkirakan mencapai empat bulan.
Bagi Real Madrid, ini menjadi rangkaian panjang masalah kebugaran Militao.
Setelah mengalami dua cedera ACL beruntun dalam dua musim terakhir, kini ia kembali harus menepi lama akibat masalah hamstring.
Kejadian berulang ini tentu menghambat rencana stabilisasi pertahanan klub, terutama dalam fase krusial Liga Spanyol.
Xabi Alonso Hadapi Krisis Pemain Bertahan
Pelatih Xabi Alonso kini berada dalam posisi sulit. Selain Cedera Eder Militao, daftar pemain bertahan Real Madrid yang cedera masih panjang: Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Dani Carvajal, Ferland Mendy, dan David Alaba.
Hanya tersisa empat bek yang siap dimainkan: Antonio Rüdiger, Raúl Asencio, Álvaro Carreras, dan Fran García.
Tekanan pada Alonso semakin besar menjelang laga penting menghadapi Manchester City.
Kondisi ini diperburuk dengan absennya Carreras dan García akibat skorsing pada laga berikutnya melawan Alavés, membuat Real Madrid tidak memiliki fullback murni.
Opsi darurat pun dipersiapkan: Federico Valverde kembali ke sisi kanan, sementara Eduardo Camavinga dijajal untuk posisi kiri dalam lanjutan Liga Spanyol.
Dampak Strategis bagi Madrid di Sisa Musim
Cedera Eder Militao membawa implikasi besar terhadap pola rotasi tim. Ketidakstabilan lini belakang dapat mengganggu ritme permainan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Dengan tekanan dari publik dan performa yang belum konsisten, Xabi Alonso harus menemukan solusi taktis jangka pendek sembari menunggu pemain kembali pulih. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni