RADARTUBAN – Ada aroma sejarah yang menguar dari Stadion Diego Armando Maradona. Bukan nostalgia kosong, tapi fakta dingin yang berdiri kokoh: Napoli tak terkalahkan di kandang sepanjang 2025.
Di bawah komando Antonio Conte, Partenopei mengubah rumah mereka menjadi benteng yang tak ramah bagi siapa pun.
Catatannya tidak main-main. 13 kemenangan dan 4 hasil imbang, tanpa satu pun noda kekalahan.
Sebuah rekor yang tak sekadar impresif, tapi juga simbolik. Terakhir kali Napoli mencatat rekor serupa di kandang?
Tahun 1987—musim sakral ketika Diego Armando Maradona masih menari di lapangan dan mengantar Napoli ke puncak sejarahnya.
Data tersebut dirilis La Gazzetta dello Sport, media olahraga paling kredibel di Italia. Angkanya sahih. Maknanya jauh lebih dalam.
Baca Juga: Napoli Kokoh Tak Tersentuh, Satu-satunya Tim Eropa yang Belum Terkalahkan di Kandang 2025
Conte Bangun Mental Tak Mau Kalah
Conte datang ke Napoli tanpa romantisme berlebihan. Mantan allenatore Juventus itu tidak menjual mimpi, ia membangun struktur.
Disiplin taktikal, intensitas tinggi, dan mental “tidak mau kalah” dipasang sebagai fondasi.
Hasilnya terasa paling jelas ketika Napoli bermain di kandang. Lawan datang dengan strategi, pulang dengan cerita tentang tekanan, duel keras, dan atmosfer yang mengintimidasi.
Napoli 2025 bukan tim yang menang lewat keindahan semata. Mereka menang lewat kontrol.
Ketika unggul, mereka mematikan permainan. Ketika ditekan, mereka bertahan dengan kesabaran.
Empat hasil imbang di kandang justru mempertegas watak tim ini: sulit dikalahkan, bahkan ketika tidak dalam performa terbaik.
Samai Rekor yang Bertahan 38 Tahun
Perbandingan dengan era Maradona tentu sensitif di Napoli. Nama Diego bukan sekadar legenda, tapi identitas.
Namun fakta bahwa rekor itu hanya bisa ditemukan lagi setelah 38 tahun menunjukkan satu hal: apa yang dilakukan Conte bukan kebetulan musiman.
Pelatih 56 tahun itu membawa Napoli kembali ke pola lama yang dulu membuat Italia gemetar—kandang sebagai wilayah kekuasaan.
Stadion bukan hanya tempat bertanding, tapi ruang pembuktian mental. Di sinilah rival diuji, bukan hanya secara teknis, tapi juga psikologis.
Masih terlalu dini untuk mengaitkan rekor ini dengan gelar juara. Serie A tak pernah sederhana. Tapi satu hal sudah pasti: Napoli kembali punya rumah yang menakutkan.
Dan ketika sebuah klub Napoli mulai membangun cerita yang bergaung sampai ke masa Maradona, itu bukan sekadar statistik. Itu peringatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni