RADARTUBAN – Stadion Tuban Sport Center (TSC) Kamis (11/12) sore bukan sekadar venue pertandingan. Tapi menjelma medan ujian mental.
Persatu Tuban, yang masih menyimpan ganjalan usai derby tanpa gol kontra Bumi Wali FC, kini berdiri di persimpangan penting musim.
Lawannya bukan tim biasa: Perseta Tulungagung, penguasa puncak klasemen Grup C Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur.
Kick-off dijadwalkan Kamis (11/12) pukul 15.00. Taruhannya jelas—tiga poin yang bisa mengubah peta persaingan.
Kemenangan akan mengangkat Laskar Ronggolawe naik ke puncak, sekaligus menjaga napas menuju fase 32 besar. Kekalahan? Bisa membuat jalan menjadi lebih curam.
Secara momentum, tim tamu datang dengan aura superior. Perseta Tulungagung tengah melaju kencang. Dua laga, dua kemenangan telak: Lamongan FC disapu 5-0, Bojonegoro FC dihajar 6-0.
Tak satu pun lawan mampu membobol gawang mereka. Rekor nirbobol itu berdiri gagah—dan Kamis sore akan diuji.
Di atas kertas, Persatu bukan tanpa beban. Hasil imbang pada derby Tuban menunjukkan masih ada pekerjaan rumah, terutama di lini depan.
Namun justru di laga-laga seperti inilah karakter tim diuji. Menghadapi lawan terkuat grup, di kandang sendiri, dengan tekanan penuh dari klasemen—ini match point lebih awal.
Pelatih Persatu Janjikan Performa Terbaik
Pelatih Persatu Tuban, Khoirul Anam, membaca situasi dengan kepala dingin namun keyakinan penuh.
“Harus diakui lawan selanjutnya (Perseta Tulungagung, Red) memang cukup tangguh, akan tetapi tidak ada yang tidak mungkin (untuk meraih kemenangan, Red). Kami akan memberikan performa terbaik pada pertandingan besok (hari ini, Red),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (10/12).
Anam tak hanya memikirkan strategi, tapi juga kondisi fisik pemainnya. Jadwal padat pasca derby membuat rotasi menjadi kebutuhan, bukan pilihan.
Banyak pemain yang kelelahan dan sempat mengalami benturan keras di laga sebelumnya.
“Jarak antara pertandingan selanjutnya yang berdekatan membuat masa recovery pemain kurang maksimal, wajar jika banyak pemain yang keletihan. Saya rasa ini juga yang dirasakan tim-tim lainnya,” beber pelatih asal Gresik tersebut.
Baca Juga: Persatu Tuban Ajukan Dua Stadion Jadi Tuan Rumah Penyisihan Liga 4 Jatim
Lini Depan Jadi Sorotan
Evaluasi paling tajam diarahkan ke sektor depan. Peluang yang tercipta kerap berakhir sia-sia, momentum sering hilang di detik-detik krusial.
Menghadapi tim dengan pertahanan rapat seperti Perseta, kesalahan kecil bisa berbuah mahal.
“Banyak peluang yang masih belum bisa dimaksimalkan pemain depan, para pemain juga masih sering kehilangan momentum. Tentu ini akan kami benahi, paling tidak dalam pertandingan besok (hari ini, Red) bisa meminimalisir kesalahan di lapangan,” pungkas Anam.
Kamis sore, TSC akan menyaksikan benturan dua karakter: Perseta dengan rekor sempurna dan kepercayaan diri tinggi, melawan Persatu yang lapar pembuktian.
Rekor boleh berpihak, statistik bisa bicara, tapi sepak bola lokal Jawa Timur selalu punya satu hukum tak tertulis—kandang tak pernah benar-benar ramah bagi tamu yang lengah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni